Pajak film impor dinaikkan, bentuk promosi paksa film lokal?


2011-02-19_194453Saya mendengar sebuah berita yang sangat mengesalkan dimana dirjen pajak bea cukai Indonesia telah mengesahkan tentang kenaikan pajak terhadap film-film impor, seperti dari Hollywood Amerika Serikat dan termasuk negara lain seperti Bollywood India dan Mandarin Cina. Meskipun tidak mengerti betul permasalahannya namun inti dari kebijakan pemerintah tersebut telah membuat para distributor film impor menghentikan pasokan-nya sejak tanggal 17 Februari. Apakah ini suatu bentuk promosi paksa untuk film-film lokal Indonesia yang kebanyakan bertema horror tapi disusupi adegan porno? Dan yang mendidik pun hanya bisa dihitung jari.

Pemerintah Jerman dan Australia bergabung melarang IE


IE Logo NO MORE Artikel saya sebelumnya yang membahas kebijakan pemerintah Prancis terhadap warganya untuk tidak menggunakan IE karena masalah keamanan kini pemerintah Jerman dan Australia juga ikut andil dalam masalah ini. Internet Explorer yang dimana tingkat keamanannya sangat minim sehingga berpeluang untuk mengundang bahaya yang sangat merugikan bagi pengguna PC dengan sistem operasi Windows. Populer dengan pengguna terbanyak tapi malah menyandang gelar web browser yang sangat tidak aman, IE No More…!!!

STOP gunakan Internet Explorer!! Gantikan dengan yang lain


IE Logo NOT Pemerintah Prancis baru – baru ini telah mempublikasikan sebuah pengumuman kepada warganya untuk tidak menggunakan web browser Internet Explorer yang dimana dimiliki oleh Microsoft. Alasannya sudah sangat jelas yang dimana juga sesuai dengan anggapan para pengguna umum di dunia. “TIDAK AMAN”, 2 kata tersebut merupakan alasan kuat dari pemerintah Jerman kepada warganya. Web browser manakah yang sangat direkomendasikan untuk digunakan? Bagaimana perbandingannya dengan web browser lain seperti Mozilla Firefox, Opera dan Google Chrome?

Layanan Yang Tidak Konsisten, Pelanggan Jadi Korban


Internet_Download Sebuah layanan Customer Service seharusnya bisa memberi solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh pelanggan. Tapi bagaimana jika sebuah layanan Customer Service ternyata tidak memberi solusi atau dari jawaban dari masalah tersebut? Meskipun telah melakukan kontak ke Customer Service tetap saja tidak pernah selesai masalahnya. Disuruh menunggu 1x 24 jam ataupun hingga 3x 24 jam tetap saja tidak ditemui sebuah solusi yang menguntungkan dari pihak pelanggan. Sebagai salah satu pelanggan Telkomsel Flash saya merasa dirugikan.

Telkomsel Flash, salah satu ISP yang menyandera bandwidth


no_flashPelanggan Yth. Terhitung mulai tgl 1 Sep 09, Fair Usage untuk Paket Basic TELKOMSELFlash Unlimited berubah dari 2GB menjadi 500 MB. Terima kasih.” Itulah pesan yang saya terima pada tanggal 7 September 2009 kemarin, jauh berbeda dari awal penggunaannya yang dimana kuota 3 GB. Lalu setelahnya saya menerima SMS lagi sebagai berikut, “Stlh kecepatan diturunkan&ingin mendpt kecepatan normal kembali,Anda dpt membeli paket 50rb(125MB)/100rb(300MB) via SMS.”. Beginilah Telkomsel Flash yang sekarang, sudah berbeda dari yang dulu. Sekarang dengan seenaknya mengeluarkan “paket” baru yang dimana pelanggan harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi demi sebuah kenyamanan ber-internet.