Pajak film impor dinaikkan, bentuk promosi paksa film lokal?


2011-02-19_194453Saya mendengar sebuah berita yang sangat mengesalkan dimana dirjen pajak bea cukai Indonesia telah mengesahkan tentang kenaikan pajak terhadap film-film impor, seperti dari Hollywood Amerika Serikat dan termasuk negara lain seperti Bollywood India dan Mandarin Cina. Meskipun tidak mengerti betul permasalahannya namun inti dari kebijakan pemerintah tersebut telah membuat para distributor film impor menghentikan pasokan-nya sejak tanggal 17 Februari. Apakah ini suatu bentuk promosi paksa untuk film-film lokal Indonesia yang kebanyakan bertema horror tapi disusupi adegan porno? Dan yang mendidik pun hanya bisa dihitung jari.

Dibawah ini merupakan sumber berita-nya, budayawan dan salah satu pengamat film dari Indonesia yaitu Bpk Noorca M. Massardi. Mempublikasikan pernyataan dan pendapatnya mengenai kebijakan pemerintah yang baru terhadap pajak film impor.

Film Nasional Mati jika Bioskop Mati – KOMPAS.com

110218bmotion-pictureBerbagai debat yang terjadi di forum nasional Kaskus dan artikel dari beberapa blogger Indonesia banyak yang kontra dengan kebijakan baru pemerintah dimana dianggap “gila”. Bagi saya pribadi kebijakan seperti ini mungkin jelas tidak baik terhadap masa depan perfilman Indonesia dan penikmat film di Indonesia. Saya pribadi jelas tidak setuju dengan keputusan dirjen pajak mengenai kenaikan nilai pajak untuk film – film impor. Kenapa? Alasannya sudah pasti sangat jelas. Saya tidak ingin bioskop – bioskop di Indonesia malah dibanjiri dengan film – film bertema horror yang justru isi-nya adegan porno kasarnya film porno berkedok horror. Film – film Indonesia yang bermutu dan mendidik hanya bisa dihitung dengan jari per tahun-nya. Sisanya? SAMPAH…!!!

Dibawah adalah beberapa “film horror” Indonesia, apakah film horror atau film porno? Saya lebih menganggap semuanya film porno, alasanya?

film22961bfilm23921bsuster-keramas

Alasannya cukup jelas dan pasti, dari semua film diatas bintang tamu artis-nya malah artis film porno. sebut saja dari kiri, Maria Ozawa, Tera Patrick dan Rin Sakuragi. Adegan yang ditampilkan pun kebanyakan vulgar dan tentu saja sudah bisa masuk ke dalam kategori film porno meskipun tidak ada adegan seks penuh. Silakan dilihat dibawah ini screenshot film dari suster keramas dalam video thumbnail. Kok ada adegan peran pakai bikini segala?

Suster Keramas

Budget rendah hingga kreativitas yang jelas rendah mungkin memaksa untuk menghadirkan artis film porno untuk sekadar pancingan menarik penonton bioskop. Mungkin itulah yang dipikir oleh produser Kk Dheeraj.

Dan sekarang dicoba saja bandingkan dengan beberapa film lokal lainnya yang saya anggap mendidik dan tentu saja berkualitas.

film23811bfilm24681blaskar-pelangi

Satu Jam Saja, Rindu Purnama (baru) dan Laskar Pelangi. 3 film ini saya anggap sebagai film lokal terbaik dan mendidik daripada film horror berbau porno diatas. Sebagai contoh untuk Laskar Pelangi merupakan film yang mengangkat  kisah tentang kalangan pinggiran, dan kisah perjuangan hidup menggapai mimpi yang mengharukan, serta keindahan persahabatan yang menyelamatkan hidup manusia, dengan latar belakang sebuah pulau indah yang pernah menjadi salah satu pulau terkaya di Indonesia (credits: 21cineplex), sesuai dengan cerminan Bangsa Indonesia.

Berikut dibawah ini screenshot thumbnail dari film Laskar Pelangi,

LaskarPelangi thumbs

Sungguh merakyat dan sesuai dengan lingkungan yang sangat Indonesia. Pedesaan yang tertinggal dan anak-anak kecil dari desa yang mempunyai impian masa depan. Meskipun tidak mengandalkan spesial efek animasi layaknya film-film Hollywood, setidaknya film – film tersebut mempunyai kualitas cerita yang jelas jauh lebih baik daripada film – film porno berkedok horror Indonesia.

——————————————————

Kalau melihat dari segi kualitas dari beberapa film Indonesia yang pernah rilis tahun – tahun sebelumnya. Apakah sudah bisa diberi “gelar” berkualitas? Saya melihat melalui forum nasional KasKus dimana terdapat perbandingan poster film Indonesia dengan film Internasional. Kalau dihitung jumlah film yang melakukan plagiat desain poster tidak bisa dianggap sedikit lagi. Apakah benar kreativitas dari para sutradara dan tim kreatif film Indonesia sudah tidak bisa dinilai lagi? Mereka mengambil jalan pintas dengan melakukan plagiat poster hingga menggunakan tema horror dengan memasukkan adegan – adegan vulgar hanya demi menarik penonton?

Poster – poster film Nasional yang diklaim meniru poster film Internasional (credits: KasKus Indonesian Forum)

——————————————————

Film – film hollywood yang saya tunggu – tunggu di tahun 2011 ini adalah sebagai berikut, semoga saja pihak DirJen Pajak yang rakus duit tersebut bisa kena kutuk supaya membatalkan kebijakan gila mengenai kenaikan pajak film impor, sehingga saya bisa menonton film – film dibawah ini.

2011-02-19_1933462011-02-19_1934482011-02-19_193503

Fast Five (Fast and Furious 5), Harry Potter: Deathly Hollows part 2 dan Transformers: Dark of The Moon. Ketiga film tersebut merupakan film yang sambungan dari sequel-nya masing – masing. Dan tentu saja saya sangat menantikan tanggal rilis-nya. Saya jelas tidak akan pernah lagi menginjak bioskop jika memang negoisasi antara MPAA dan DirJen Pajak Pemerintah Indonesia tidak menghasilkan solusi yang berupa berlanjutnya kehadiran film – film impor. Toh pastinya uang pajak tersebut akan mengalami hal yang sama seperti pada kasus Gayus. Saya ragu dana pajak yang kita bayar, apakah semuanya sampai kepada masyarakat Indonesia? Apakah ada gunanya kita membayar pajak sejak kasus Gayus “populer” di Indonesia?

One Response

  1. Saya ikut prihatin dengan anda, karena film2 yang anda sebutkan juga termasuk yang saya tunggu2 rilisnya. Jika memang MPAA menghentikan distribusinya di Ind, paling2 saya cari dan download videonya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: