Data Lost Disaster (DLD), sebuah pengalaman yang berharga


data_recovery2Kehilangan beberapa data didalam sebuah flash disk mungkin tidak menjadi masalah besar dalam beberapa kasus. Tapi mungkin akan menjadi mimpi buruk jika data-data yang hanya sedikit tersebut adalah data yang sangat penting. Atau kalau mau yang lebih parah lagi anda kehilangan semua data di dalam hard disk PC atau notebook hanya dalam satu kedipan mata. Saya sendiri pernah merasakannya  namun masih beruntung karena sebagian besar data telah saya backup ke hard disk eksternal. Kejadian tersebut membuat saya sadar bahwa melakukan backup secara rutin merupakan hal yang sangat wajib.

computer-crashSuperStock_1558-012663

Mungkin 2 ilustrasi diatas bisa membayangkan jika sebuah bencana terhadap unit komputer atau notebook pengguna. Tapi mungkin tidak terlalu sadis seperti ilustrasi diatas. Disini saya hanya akan membatasi permaasalahan yang sering dihadapi yaitu  kesalahan dari pengguna dan yang paling parah adalah kerusakan unit hard disk.

Dalam artikel kali ini saya akan memberikan berbagai tips untuk menghindari berbagai masalah yang dimana mengakibatkan kehilangan data sekaligus beberapa solusi bagi para pengguna awam.

9-data_recovery_slider_2

Sudah pasti kita tahu bahwa yang namanya unit hard disk mungkin sudah menjadi bagian dari keseharian kita semua. Tempat dimana kita menyimpan semua koleksi data pribadi maupun data perusahaan dan ditambah lagi harga dari produk HDD yang semakin murah per tahun membuat kita makin “nafsu” untuk terus menambah koleksi lagu maupun film. Tapi dari semua kemudahan dan harga yang murah tersebut ternyata HDD mempunyai ancaman serius bagi kita semua.

Ancaman tersebut adalah “Data Lost Disaster” dimana unit HDD mengalami kerusakan dan semua data yang tersimpan hilang dalam satu kedipan mata. Hal ini mungkin terdengar biasa tapi kalau sudah menimpa data-data penting dan jumlahnya sangat banyak (mungkin hingga puluhan GB bahkan ratusan GB) bisa membuat anda pingsan.

Cara paling mudah dan terjangkau untuk mencegah Data Lost Disaster adalah dengan melakukan backup data. Seperti yang pernah saya publikasikan sebelumnya untuk tutorial – tutorial backup dengan software freeware seperti Macrium Reflect. Untuk mudahnya pengguna tinggal membeli sebuah HDD eksternal sebagai media backup, dimana direkomendasikan membeli produk dengan kapasitas besar.

Mungkin kapasitas 1TB bisa dikatakan cukup untuk menampung semua dokumen dan termasuk sistem operasi. Dalam artikel kali ini saya akan mengambil gambaran bahwa data yang dibackup adalah partisi sistem operasi dan partisi data. Sesuai dengan yang saya jalani di notebook saya hingga sekarang.

2011-02-15_112948

Pada layout diatas saya menampilkan sebuah pembagian partisi untuk sebuah unit notebook dengan kapasitas HDD sebesar 500GB. Dengan pembagian untuk ruang sistem operasi, gaming dan data. Sistem operasi diberi jatah sebesar 40GB, gaming 160GB dan data sebesar 300GB.

Partisi sistem operasi hanya dikhususkan untuk instalasi software yang dibutuhkan dengan ukuran software tidak terlalu besar alias bloatware. Untuk software yang membutuhkan jatah ruang HDD cukup besar lokasi instalasi-nya dialihkan ke partisi gaming. Dan sisanya hanya diperuntukkan menyimpan dokumen apa-pun itu di dalam partisi data.

Kenapa partisi sistem operasi dan gaming tidak dijadikan satu? Sengaja saya buat demikian supaya pada saat melakukan backup proses-nya tidak lama dan bisa dikompresi semaksimal mungkin. Dikarenakan sistem operasi sering mengalami perubahan (entah update ataupun konfigurasi pengguna) maka minimal akan membuat 2 buah recovery point di media backup.

Sementara partisi gaming yang isinya hanya program – program berukuran besar dan software game tentunya tidak memerlukan backup rutin karena jarang mengalami perubahan dari sisi pengguna. 1 bulan sekali mungkin sudah cukup atau pada saat setelah melakukan instalasi game baru maupun program besar mungkin bisa melakukan backup. Dengan catatan hapus terlebih dahulu data backup yang telah dibuat sebelumnya agar tidak boros kapasitas media backup.

data-backup-icon

Dan untuk partisi data sifatnya sama dengan partisi sistem operasi, karena mengalami perubahan yang dimana pasti tiap hari-nya maka minimal dibuat 2 recovery point. Backup setiap hari lebih dianjurkan jika partisi data merupakan pusat semua data keseharian yang dimana saya sendiri tidak pernah menyadari apa yang telah tersimpan atau data baru apa yang masuk.

Apa yang dimaksud dengan recovery point? Recovery Point adalah sebuah data backup yang disimpan dengan status sebagai backup dari hari dan tanggal saat dilakukan proses backup. Contoh sederhana-nya adalah membuat data backup untuk partisi sistem operasi yang dimana disimpan dalam 2 buah recovery point.

Berikut dibawah ini adalah sebuah screenshot dari file recovery point hasil backup dari software Macrium Reflect dan EASEUS ToDo Backup 2.

2011-02-15_173745

2011-02-15_173829

Terlihat pada screenshot diatas saya telah menyimpan 2 buah recovery per program, screenshot atas dibuat dengan Macrium Reflect (disk partition image) dan yang bawah menggunakan EASEUS ToDo Backup 2 (PDB File). Masing – masing recovery point dibuat pada tanggal yang berurutan sebelum hari ini. Saya sengaja menyimpan minimal 2 file recovery point agar bisa berjaga-jaga saat membutuhkan backup yang sebelumnya.

Dalam hal prioritas, partisi sistem operasi dan data mempunyai level prioritas yang sama. Karena sistem operasi yang saya gunakan adalah Windows 7 Home Premium 64bit lisensi ASLI dan sudah saya modifikasi hingga memenuhi semua kebutuhan keseharian. Untuk partisi data juga menjadi prioritas saya karena berisikan semua dokumen – dokumen kuliah hingga project yang saya buat, termasuk dokumen – dokumen untuk blog ini. Sehingga kedua-nya wajib saya lindungi dengan backup.

Dengan adanya metode backup saya bisa menjamin bahwa kekhawatiran akan kehilangan data bisa berkurang karena data telah di-duplikasi yang dimana sama persis dengan aslinya dan disimpan di tempat yang aman. Rekomendasi untuk media HDD yang menjadi tempat backup sebaiknya tidak digabungkan dengan koleksi data – data lain dan sebaiknya HDD backup tersebut tidak perlu tersambung terus menerus ke sistem operasi.

Jika terjadi masalah dengan partisi yang dikarenakan kelalaian atau boot manager corrupt dan bisa saja yang lebih parah terserang malware yang sifatnya menghapus file. Dengan adanya backup tidak perlu risau, cukup jalankan modus recovery maka data yang hilang akan kembali lagi.

Jika ada yang ingin ditanyakan seputar backup dan restore atau mengenai artikel dari blog saya silakan menghubungi saya melalui sms, messnger atau chatango (bagian atas kanan web ini.

Backup and Restore

One Response

  1. Trims ya Mas atas infonya. Semakin menyadarkan pembaca pentingnya backup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: