Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!


Oke, sekarang mari kita mulai pembahasan AntiVirus Battle Ground dimulai dari kategori perbandingan proses instalasi. Dimulai dari Avast hingga Norton (sesuai dengan urutan abjad).

Proses instalasi dan kemudahan langkah instalasi.

Pada kategori ini setiap produk antivirus dituntut untuk memberikan langkah – langkah yang seminimal dan semudah mungkin  dalam proses instalasi. Alasannya? Ya, supaya pengguna tidak stuck atau sibuk sendiri pada saat instalasi dan pada akhirnya bisa langsung menggunakan produk tanpa susah payah.

Penilaian yang saya lakukan tidak termasuk dalam situasi dimana sistem telah terinfeksi, jadi disini situasi yang saya pakai adalah pada saat sistem masih bersih atau pre-installed OS di hardware PC baru. Proses instalasi saya anggap selesai dimana saya sudah bisa melihat tampilan utama program tanpa harus menunggu proses apapun.

Pada tahap review ini saya akan memilih mode custom atau expert untuk semua produk tanpa kecuali (jika tersedia) agar bisa memilih komponen.

Avast AntiVirus Pro

2010-08-05_155215_cr2010-08-05_155235_cr2010-08-24_0947402010-08-24_0947442010-08-24_0947482010-08-24_0947542010-08-24_094758

Seperti biasa, Avast menyediakan installer yang dimana komponennya bisa kita pilih sesuai kebutuhan (khusus untuk mode Custom Installation). Beberapa komponen yang pada umumnya tidak dibutuhkan adalah Mail Shield (kecuali menggunakan email client seperti Mozilla ThunderBird atau Foxmail) dan P2P Shield (kecuali menggunakan aplikasi torrent client seperti uTorrent atau BitSpirit).

Untuk komponen Script Shield dan Behavior Shield hanya dikhususkan untuk pengguna professional yang dimana harus mengerti informasi mengenai kode script dan hak akses setiap program baik yang dikenal maupun tidak dikenal. Bagi pengguna awam saya rekomendasikan untuk tidak menggunakan fitur ini daripada nantinya malah tidak mengerti dan akhir Avast melakukan blokade terhadap aplikasi yang digunakana padahal penggunanya yang asal memberi konfirmasi akses.

Sayangnya Avast tidak memberikan penjelasan singkat dari fitur – fitur yang disediakan pada saat tahap pemilihan komponen. Pengguna awam mungkin akan merasa bingung karena belum mengerti fungsi dari komponen – komponen yang disediakan.

Virtualization Feature akan dijelaskan kemudian.

Plus:
Bisa memilih komponen sesuai kebutuhan,
Langsung pakai tanpa restart.
Minus:
Tidak ada penjelasan singkat pada saat pemilihan komponen.

 

AVG AntiVirus

2010-08-05_190326_cr2010-08-05_190331_cr2010-08-05_190334_cr2010-08-05_190339_cr2010-08-05_190343_cr2010-08-05_190346_cr2010-08-05_190350_cr2010-08-05_190448_cr2010-08-05_190457_cr2010-08-05_190543_cr2010-08-05_190712_cr2010-08-05_190859_cr2010-08-05_190911_cr2010-08-05_190926_cr

Tidak berbeda jauh dengan Avast, pada proses instalasi AVG pengguna bisa memilih komponen sesuai kebutuhan. Hanya saja AVG menawarkan komponen yang sedikit lebih banyak daripada Avast seperti Link Scanner, E-mail Scanner serta plugin untuk aplikasi Microsoft Office untuk memeriksa dokumen.

Beberapa komponen yang jarang digunakan adalah Link Scanner, Additional installed languages dan email scanner. Link Scanner berguna untuk memeriksa link dari layanan link shorter seperti tinyurl atau bit.ly atau link tipuan dari email dan messenger. Additional installed languages lebih baik dicentang seperlunya saja, Bahasa Indonesia tersedia bisa dipakai kecuali mengerti saja terhadap kosakata yang ditampilkan. Email scanner berguna untuk memeriksa email di program email seperti pada Avast.

Setelah memilih komponen, saya menemukan adanya tahap instalasi iklan berupa web browser toolbar dari Yahoo!. Namun yang membuat tidak nyaman adalah toolbar tersebut digabungkan dengan fitur proteksi terhadap website scam (palsu) sehingga terkesan anda dipaksa instalasi toolbar. Padahal seharusnya bisa  tanpa mengintegrasikan search bar Yahoo! di AVG Security Toolbar, karena Firefox maupun IE sudah menyediakan search bar tersendiri. Jika tidak ingin repot dengan tampilan AVG Security Toolbar yang mengurangi view web browser anda bisa menghilangkan centangnya pada saat instalasi.

Tutorial untuk uninstall  AVG Yahoo! Toolbar tersedia pada link berikut (ehow.com):

http://www.ehow.com/how_6045838_remove-avg-yahoo-toolbar.html

Setelah instalasi AVG akan meminta anda untuk melakukan Optimization Scan yang befungsi untuk memeriksa file-file yang terpercaya sehingga bisa dilewatkan pada proses scan berikutnya. Tahap ini bisa dilewatkan jika mau.

Plus:
Bisa memilih komponen sesuai kebutuhan,
Tersedia Bahasa Indonesia (jika mengerti),
Langsung pakai tanpa restart,
Optimization scan.
Minus:
Adanya permintaan untuk instalasi iklan,
Instalasi harus online, untuk mendapatkan versi offline harus sedikit “berusaha”.

 

Avira AntiVir Premium

2010-08-10_1003522010-08-10_1003552010-08-10_1004012010-08-10_1004382010-08-10_1004422010-08-10_1004472010-08-10_1004502010-08-10_1004562010-08-10_1005042010-08-10_1005082010-08-10_1005202010-08-10_1005522010-08-10_1006052010-08-10_1006482010-08-10_1007032010-08-10_1007272010-08-10_1007352010-08-10_1007472010-08-10_1007512010-08-10_1007552010-08-10_1008132010-08-10_1008192010-08-10_1008242010-08-10_1020192010-08-10_1020362010-08-10_102052

Kali ini giliran produk AV yang cukup terkenal karena ciri khasnya. Seperti biasa, Avira tidak mengharuskan pengguna untuk melakukan konfigurasi yang rumit. Instalasi berjalan cukup cepat tanpa ada masalah namun pengguna harus melakukan banyak klik mouse karena tahap yang dilalui cukup banyak seperti jumlah screenshot diatas.

Seperti pada Avast dan AVG, disini pengguna juga bisa memilih komponen sesuai kebutuhan. Pada saat memilih komponen pengguna bisa membaca deskripsi yang tampil dibagian kanan sehingga bisa mengerti fungsi dari komponen tersebut.

Bagi pengguna awam tidak perlu menggunakan komponen AntiVir ProActiv, AntiVir MailGuard, AntiVir Rookit Detection dan AntiVir WebGuard. Fitur AntiVir ProActiv berguna untuk mendeteksi malware yang tidak diketahui berdasarkan perilaku, perlu diingat fitur ini hanya untuk pengguna professional atau pengguna yang mau mengerti. AntiVir MailGuard hanya akan berguna jika memakai email client (Mozilla ThunderBird atau Foxmail), AntiVir Rootkit Detection juga dikhususkan untuk professional dan pengguna yang selalu terkoneksi dengan internet serta selalu melakukan transaksi data maupun uang (belanja/online banking) dan AntiVir WebGuard untuk perlindungan pada saat browsing internet tapi kalau hanya browsing ringan tidak perlu memakai komponen ini.

Penjelasan mengenai rootkit ada di bawah ini:

http://en.wikipedia.org/wiki/Rootkit

Untuk komponen AntiVir ProActive akan diberi konfirmasi pada tahap berikutnya untuk terhubung dengan AntiVir ProActive community yang dimana berfungsi meningkatkan keamanan dengan memeriksa malware yang tidak diketahui (atau file mencurigakan) secara online.

Untuk menggunakan produk AntiVir ini pengguna diwajibkan untuk melakukan registrasi online lalu aktivasi online langsung dan tidak bisa dilewatkan. Setelah proses instalasi tahap selanjutnya adalah melakukan konfigurasi basic awal sebelum pemakaian produk. Pada tahap ini pengguna mengkonfigurasikan fitur AHeAD, kategori malware, Guard start mode, short system scan.

Sebenarnya konfigurasi awal ini bisa anda lewatkan jika tidak ingin repot namun saya sarankan untuk lanjut supaya nantinya tidak repot konfigurasi ulang. Fitur AHeAD merupakan fitur heristic dari Avira yang dimana untuk mendeteksi malware tidak dikenal, disini bisa memilih tingkat deteksi sesuai kebutuhan, LOW-MEDIUM-HIGH. Perlu diingat jika memilih High detection level resiko kesalahan deteksi akan semakin besar, sebaiknya memilih Medium saja atau mau aman pilih Low detection level.

Tahap berikutnya memilih kategori malware yang akan diurus oleh Avira, silakan pilih jenis malware yang akan dideteksi oleh Avira jika tidak mengerti cukup biarkan saja apa adanya. Penjelasan kategori malware ada pada link dibawah ini:

http://www.downloadatoz.com/utility_directory/avira-antivir-personal-free-antivirus/manual/online/viruses_and_more/virus_threatcategories.htm

Pada tahap berikutnya pengguna bisa memilih Normal start atau Secure start, pada mode Secure start Avira akan start lebih awal pada saat proses booting sistem operasi namun konsekwensinya durasi booting akan semakin lama. Silakan pilih sesuai kebutuhan.

Terakhir pengguna akan diberikan konfirmasi untuk melakukan scan sistem awal setelah proses instalasi. Setelahnya Avira akan langsung melakukan update program secara otomatis. Data sebanyak 16 MB akan didownload untuk proses update ini.

Plus:
Bisa memilih komponen sesuai kebutuhan,
Langsung pakai tanpa restart.
Minus:
Memerlukan banyak klik mouse,
Konfigurasi lumayan banyak.

 

BitDefender AntiVirus 2011

2010-10-01_2346012010-10-01_2350462010-10-01_2350572010-10-01_2351072010-10-01_2351162010-10-01_2351212010-10-01_2351482010-10-01_2351572010-10-01_2352022010-10-01_2352152010-10-01_2354382010-10-01_2355202010-10-01_2355522010-10-01_2356232010-10-01_2356322010-10-01_2356402010-10-01_2357232010-10-01_2357312010-10-01_2357452010-10-01_2358072010-10-01_2358342010-10-01_235916

Instalasi BitDefender amat sangat mudah namun yang membuat agak lebih repot pada saat melakukan konfigurasi pra-instalasi seperti Avira hanya saja pada BitDefender lebih simpel dengan tersedianya pilihan profil berdasarkan kebutuhan.

Setelah instalasi akan ada perintah restart lalu akan disuruh melakukan registrasi dan hal tersebut diwajibkan agar pengguna bisa menerima update. Setelahnya bisa memilih mode instalasi berdasarkan tingkat penggunaan, disediakan 2 pilihan yaitu Easy Setup dan Custom Setup.

Disini saya memilih custom, dialog selanjutnya opsi mengenai lokasi instalasi dan hak pakai untuk semua user di komputer yang di-install BitDefender. Selanjutnya memilih kemampuan anda dalam menggunakan produk, 3 pilihan tersedia Novice (amatir), Intermediate (cukup berpengalaman) dan Expert (professional). Perbedaan dari ketiganya hanya pada tampilan utama user interface-nya nanti yang dimana akan saya jelaskan dalam bab Tampilan Menu dan Kemudahan Pakai.

Lalu memilih fitur – fitur apa saja yang perlu diaktifkan, pengguna cukup mengubah tombol slider ON/OFF untuk mengubah status fitur yang ada. Lalu berikutnya konfigurasi mengenai Help and Support. Terakhir setelah proses instalasi selesai, BitDefender langsung melakukan update dan diikutin dengan scan sistem.

Versi 2011 ternyata sungguh membuat repot, disamping ukuran file instalasinya yang mencapai 245 MB dan versi lama (2010) tidak secara otomatis di-uninstall jadi disini pengguna dibuat repot 2 kali lipat. Jadi cara terbaik adalah uninstall versi lama terlebih dahulu lalu restart dan instalasi versi 2011.

Plus:
Tersedia pilihan modus sesuai kebutuhan,
Langkah – langkah jelas dan tidak ribet,
Tidak memerlukan restart.
Minus:
Registrasi wajib untuk menerima update,
Instalasi harus online, versi offline harus mencari sendiri di internet,
File instalasi 32bit dan 64bit tidak menjadi satu (offline installer),
File instalasi versi 2011 luar biasa besar ukurannya yaitu 245 MB dan 280 MB untuk 64bit.

 

F-SECURE AntiVirus 2010

2010-08-09_222007_cr2010-08-09_2220282010-08-09_2220312010-08-09_2220412010-08-09_2220502010-08-09_2220562010-08-09_2222012010-08-09_2222062010-08-09_2222112010-08-09_2222262010-08-09_2222362010-08-09_2222552010-08-09_2232572010-08-09_230541_cr

Mungkin disini saya bisa memberi pujian kepada F-Secure dengan proses instalasi yang tidak ribet alias luar biasa gampangnya. Disini F-Secure tidak menyediakan mode instalasi custom sehingga proses instalasi tinggal mengikuti petunjuk yang ada hingga selesai.

F-Secure memangkaskan file instalasinya sehingga dalam satu file ada 2 produk, Internet Security dan AntiVirus. Tentu saja dalam review kali ini saya memilih antivirus. Proses instalasi berjalan seperti program biasanya dan diakhiri dengan perintah restart.

Seperti BitDefender, F-Secure melakukan update otomatis diawal. Pada tahap ini saya menemukan hal yang kurang nyaman, proses update yang mungkin bisa dibilang amat sangat lama (lebih dari 45 menit) dan ditambah lagi sering mengalami disconnected. Sebagai info, koneksi internet saya tidak mengalami masalah apa-pun dan untuk melihat status koneksi saya gunakan metode ping non-stop serta browsing internet.

F-Secure sering mengalami putus koneksi dan kalau dihitung sudah lebih dari 5 kali, ditambah lagi tidak ada informasi ukuran data yang didownload. Statistik pada program “Netwrox” (program portabel untuk mengukur kecepatan download) tidak pernah lebih dari 30 KB per detik padahal produk antivirus sebelumnya pada saat update rata – rata download berkisar 50 KB – 60 KB per detik.

Plus:
Tidak memerlukan konfigurasi pra-instlasi,
Proses cepat dan tidak berbelit.
Minus:
Memerlukan registrasi terlebih dahulu untuk mendownload installernya,
Proses update setelah instalasi menyita waktu,
Koneksi pada saat update sering putus.

 

Kaspersky AntiVirus 2011

2010-08-10_1602352010-08-10_1602562010-08-10_1603022010-08-10_1603082010-08-10_1516202010-08-10_1516242010-08-10_1516282010-08-10_1516352010-08-10_1517042010-08-10_1517502010-08-10_1517542010-08-10_1518022010-08-10_1518122010-08-10_151819

Dengan menggunakan proses instalasi standar industri software sepertinya Kaspersky tidak ingin merepotkan para penggunanya. Yang perlu dilakukan adalah hanya mengikuti petunjuk setiap tahap instalasinya tanpa harus melakukan konfigurasi awal. Sehingga setelah instalasi produk langsung bisa digunakan tanpa repot.

Mungkin yang perlu diingat untuk proses instalasi Kaspersky adalah mengharuskan pengguna tersambung dengan internet yang dimana dibutuhkan untuk aktivasi lisensinya meskipun untuk penggunaan trial. Dan perlu diingat aktivasi tersebut juga penting karena produk tidak akan bisa digunakan jika tidak diaktivasi. Langkah ini bagi saya agak maksa sih karena melirik kondisi jasa ISP Indonesia yang pelit dan merem melek.

Plus:
Tidak memerlukan konfigurasi pra-instlasi,
Proses cepat dan tidak berbelit.
Minus:
Perlu online untuk aktivasi lisensi dan fitur.

ESET NOD32 AV4

2010-08-07_133400_cr2010-08-07_133404_cr2010-08-07_133408_cr2010-08-07_133412_cr2010-08-07_133421_cr2010-08-07_133428_cr2010-08-07_133431_cr2010-08-07_133443_cr2010-08-07_133447_cr2010-08-07_133450_cr2010-08-07_133515_cr2010-08-07_133538_cr2010-08-07_133541_cr2010-08-07_133607_cr

Selain Kaspersky, ESET juga menggunakan standar industri software untuk produk NOD32-nya. Konfigurasi pada saat pra-instalasi juga minim sehingga untuk pengguna awam tidak dibuat repot. Hanya ada beberapa setting yang perlu dikonfigurasi untuk produk NOD32. Program component update setup, configuration protector, ThreatSender.Net setup, Unwanted applications setup.

Pada program component update setup, pengguna bisa memilih opsi saat update tersedia apakah tidak pernah melakukan update, secara otomatis mendownload update atau memberi konfirmasi saat akan mendownload update komponen program. Dan setelah proses update diberi 3 pilihan, tidak melakukan restart, menampilkan konfirmasi untuk restart atau langsung melakukan restart sistem tanpa konfirmasi.

Berikutnya memasukkan password untuk melindungi konfigurasi sehingga hanya pengguna tertentu yang bisa mengubah konfigurasi program. Lalu dialog untuk mengaktifkan fitur ThreatSense.Net Early Warning System (akan dijelaskan pada bab “Fitur – Fitur ekstra yang disediakan”).

Pada dialog Advanced Setup untuk ThreatSense.Net, pengguna diberi pilihan respon jika NOD32 menemukan file yang mencurigakan. Tersedia 3 opsi, apakah tidak dikirim ke ESET (untuk dianalisa), memberi konfirmasi sebelum dikirim ke ESET atau langsung dikirim ke ESET tanpa konfirmasi. Respon sebelumnya akan dilakukan pada saat melakukan update atau langsung saai itu juga bisa dipilih pada opsi dibawahnya. Konfigurasi dibawahnya mengenai pengiriman informasi statistik kepada pihak ESET dan saat pengiriman statistik bisa dikonfigurasi. Centang opsi terakhir untuk mencatat semua pengiriman informasi kepada ESET.

Dialog selanjutnya memilih fitur untuk mendeteksi aplikasi tidak dikenal yang berpotensial merusak, apakah diaktifkan atau tidak. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk instalasi hingga selesai.

Plus:
Langkah jelas dan mudah,
Tidak perlu restart sistem setelah instalasi.
Minus:
Tidak ada. Saya anggap tidak ada masalah bagi pengguna awam yang mau belajar.

Norman AntiVirus and AntiSpyware

2010-08-10_1323512010-08-10_1323552010-08-10_1324012010-08-10_1324052010-08-10_1329052010-08-10_1329372010-08-10_1331492010-08-10_1332022010-08-10_1332052010-08-10_1332132010-08-10_1332212010-08-10_133301

Mirip dengan Kaspersky, Norman tidak memberlakukan konfigurasi pada saat proses instalasi. Pengguna hanya tinggal memilih komponen yang dibutuhkan pada saat tahap pemilihan fitur. Karena installer yang saya dapat adalah Norman Security Suite (karena yang khusus Norman AntiVirus and AntiSpyware tidak tersedia) sehingga disini pengguna awam mungkin agak repot dengan pemilihan fiturnya.

Karena dalam review kali ini saya tidak akan melibatkan fitur – fitur dari produk Internet Security seperti Firewall, AntiSpam dan Parental Control. Setelah memilih fitur yang diinginkan cukup lanjutkan proses instalasi hingga selesai. Dan akan muncul konfirmasi restart sistem di pojok kanan bawah.

Plus:
Tidak memerlukan konfigurasi pra-instalasi,
Proses cepat dan tidak berbelit.
Minus:
Pemilihan fitur mungkin akan membingungkan,
Tidak tersedia installer khusus produk antivirus.

 

Norton AntiVirus 2011

2010-09-05_1242352010-09-05_1242492010-09-05_1243452010-09-05_1244242010-09-05_1247212010-09-05_125320

Super sederhana dan itulah yang ditawarkan oleh proses instalasi Norton AntiVirus. Setelah melakukan double-klik pada file installer-nya dan klik mouse pada tombol “Agree and Install” proses instalasi akan langsung berjalan hingga selesai tanpa ada konfigurasi pra-instalasi, tentu saja tidak perlu restart sistem.

Hanya ada 2 opsi yang disediakan namun kedua opsi tersebut lebih baik dibiarkan apa adanya. Opsi pertama untuk mengaktifkan Norton Community Watch dan opsi kedua hanya mengubah direktori instalasi. Norton Community Watch akan dijelaskan pada bab kemudian.

Plus:
Proses instalasi super cepat,
Tidak perlu restart sistem.
Minus:
Tidak ada.
Berikut tabel perbandingan terhadap ukuran file instalasi semua produk yang saya review dalam artikel ini. Yang menjadi pertanyaan disini adalah, kenapa ukuran file instalasi BitDefender sedemikian besarnya dan AVG yang menjadi terbesar setelahnya memiliki perbedaan gap yang cukup besar dari BitDefender.
Produk MB
Avast Pro AntiVirus 46 MB
AVG AntiVirus 9 107 MB
Avira AntiVir Premium 44 MB
BitDefender AntiVirus 2011 245 MB / 280 MB*
F-Secure AntiVirus 2010 69 MB
Kaspersky AntiVirus 2011 99 MB
ESET NOD32 AntiVirus 4 44 MB
Norman AV and AS 75 MB / 78 MB*
Norton AntiVirus 2011 85 MB
*Ukuran file instalasi untuk sistem operasi Windows 64bit
Hanya BitDefender dan Norman yang file instalasinya terpisah untuk 32bit dan 64bit
Kesimpulan:
Dari semua produk yang saya uji, saya rasa tidak ada masalah yang berarti jika pengguna mau belajar dan mengerti apa yang ditawarkan dalam proses instalasinya. Jadi setidaknya dalam proses instalasi jangan asal klik sana – sini tanpa memperdulikan konfigurasi yang ditawarkan. Namun bagi produk yang tidak menawarkan konfigurasi pra-instalasi seperti F-Secure, Kaspersky dan Norton bukan berarti mendapat skor buruk justru akan sangat membantu bagi pengguna yang menginginkan setting-setting dan sebagainya diurus dibelakang saja sehingga tidak membuat lama tahap instalasi. Yang cukup fatal dalam review proses instalasi kali ini adalah BitDefender AntiVirus 2011 dengan ukuran file instalasinya yang mencapai 245 MB (280 MB untuk installer 64bit), saya bisa saja memberi gelar terburuk untuk BitDefender dalam review ini.
Siapa yang terbaik?
Karena dalam perbandingan kali ini saya menggunakan acuan untuk pengguna awam dan dimana produk tersebut memberi kemudahan akan penggunaannya maka dalam perbandingan proses instalasi yang terbaik disini adalah Norton AntiVirus sebagai unggulan tunggal.Alasan saya memilih Norton AntiVirus? Karena pihak developer bisa memberikan yang termudah pada saat proses instalasi, hanya dengan 1 klik mouse proses instalasi langsung berjalan tanpa ada yang perlu dilakukan selain menunggu dan produk langsung siap digunakan setelahnya tanpa restart sistem.
Terbaik menurut saya?
Ok, ada teman saya yang menginginkan saya sendiri mengeluarkan sebuah kesimpulan produk mana yang terbaik. Kalau dalam tahap instalasi saya pribadi menginginkan produk antivirus yang tidak perlu memberikan konfigurasi apa-pun sehingga produk bisa langsung digunakan tanpa harus susah payah, konfigurasi default langsung digunakan dan jika ada yang tidak cocok bisa diubah langsung setelahnya. Dalam kasus ini saya memilih Kaspersky AntiVirus 2011 dan Norton AntiVirus 2011. Sebenarnya F-Secure AntiVirus 2010 bisa masuk dalam pilihan saya namun sayangnya terganjal dengan proses update yang tidak stabil tapi bersaing dengan Norton dengan tahap instalasi yang sangat mudah.

 

9 thoughts on “Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!

  1. Untuk antivirus sebenarnya kita bergantung pada pihak developernya dalam memberikan update teraktual.. utk virus ramnit saya menggunakan Norton AntiVirus bisa terlindungi…

  2. ratna

    Thanks infonya. Saya bingung mau pakai AV apa. Saya sering dpt virus shortcut pd usb baru. Tdk hilang jg meski sdh d scan AV. Smadav mendeteksi sbg virus ramnit 32 tp tdk bisa menghapus dan muncul lagi, tdk tau jg apa itu, maklum awam soal IT dan AV. Pakai Bitdefender, Avira, Avast jg tdk mempan. Waktu coba pakai Nod32 versi 30 hari baru bisa. Ada recomendasi?

  3. oke… thanks untuk ajakannya… tapi untuk sementara ini saya belum bisa bergabung chat room karena masih ada kesibukan tugas kuliah dan kebetulan kesehatan saya masih terganggu.. mungkin kira-kira pada hari Sabtu jika ada jadwal kosong atau sudah fit bisa mengundang saya di chat room messenger…

    bro ghazali bisa menghubungi saya melalui kontak yang saya sediakan https://tridentcore.wordpress.com/contact-me/

  4. Ghazali

    kang aris,

    kebetulan ogud dan bbrp rekan sering membahas soal antivirus, ogud cek ada bro iyan.dk yg komen di forum chip, dan memang beliau maen di antivirus, tp lebih condong ke unix/linux security,

    di av-comparatives bisa di rekap bbrp test, jadi bisa disimpulkan untuk rate detection dan performance berdasarkan rekap, krn kita tahu bahwa dengan 1 pengujian tdk bisa disimpulkan 1 merk yg bagus, krn harus dilihat bbrp kali pengujian,

    bisa di cek di artikel :
    http://ebsoft.web.id/2011/03/23/bagaimana-cara-dan-metode-memilih-antivirus-terbaik/
    tp rekap hanya rate detection

    bisa di info messengernya, nanti boleh kita buat room di chat dengan bbrp teman termasuk bro iyan.dk akan ogud ajak join,

    wass

  5. Terima kasih kepada bro ghazali atas koreksi-nya, sebelumnya saya minta maaf jika ada kekeliruan atas data statistik kumulatif yang saya ambil dari pihak av-comparative.org, sebagai info saja mungkin pada saat memasukkan data statistik tersebut saya tidak menyadarinya jika daya yang dimasukkan terbalik. Maklum semua proses pembuatan artikel termasuk memasukkan data statistik kumulatif saya sendirian yang melakukannya. Sekali lagi terima kasih atas koreksinya, benar atau tidak dari semua pembaca yang menyimak review ini setahu saya hanya bro ghazali yang sepertinya membaca seluruh artikel ini, karena sebagian besar pembaca langsung loncat ke bagian kesimpulan.

    Untuk masalah pendapat anda untuk ketidaksetujuan karena saya tidak memprioritaskan masalah performa deteksi. Saya telah menjabarkan alasan saya kenapa tidak mengambil performa deteksi malware sebagai poin penting di bagian awal artikel ini. Jika bro ghazali ingin penjelasan yang lebih spesifik bisa menghubungi saya melalui messenger untuk kontak langsung dengan saya, terima kasih.

  6. ghazali

    saya kurang sependapat, yg dilihat dalam memilih antivirus adalah berdasarkan prioritas apalagi kalau bukan rate detection, performa, false alarm, spt yg selalu ditulis oleh av-comparatives,
    rate detection sudah dijelaskan termasuk : windows virus, macro, malware, worm, backdoor/bots, trojan, dan malware lain (threat)

    data sumber av-comparatives yg disalin pada : https://tridentcore.files.wordpress.com/2010/10/cumulativeavreports1.jpg
    apakah sudah valid ? mohon di cek kembali, contoh :
    -feb 2009, point 99.7 avira, avast 98.2 (anda terbalik)

    -agust 2009, point 99.4 avira, avast 98 (anda terbalik lagi)

    -feb 2010, point 99,3 di pegang oleh avira dan bukan avast (lagi2, anda terbalik),

    semoga ini hanya kesalahan tulis, dan bukan manipulasi data

    Ghazali

    rata2 data yg anda salin dari av-comparatives keliatan banyak terbalik

    wass
    Ghazali

  7. terima kasih sekali atas feedback-nya mas jk.. kedepannya akan saya usahakan untuk meng-uji produk2-nya melalui pengguna awam… sehingga akan terlihat lebih relevan… Thanks again…

  8. Johannes Kristianto

    Nice review, amat sangat membantu kita2 dalam memilih AV yg mudah digunakan dan reliable dalam memproteksi system kita….

    Tapi ada satu usulan dari saya…. Berdasarkan pengalaman selama ini, kemudahan penggunaan sebuah product AV adalah untuk mentargetkan pengguna awam, jadi saya usul kalau ada review seperti ini lagi, ada baikknya diambil sebagian pengujinya dari orang yang benar2 awam, orang2 yg hanya tau menggunakan saja, karena menurut saya pendapat orang2 awam inilah yang tentunya akan benar2 mencerminkan kemudahan penggunaan sebuah product AV…….

    Keep up the good work bro…

  9. yuga

    Akhirnya keluar juga review antivirus 2011 setelah sekian lama menunggu.. 😀

    menurut saya BitDefender AntiVirus 2011 terlalu mengambil space kosong yang sangat luar biasa besarnya dan ukuran file instalasi yang menjadi paling bengkak diantara semua peserta (245 MB / 280 MB), saya jadi penasaran sama isi dari BitDefender itu sampai membengkak kayak gajah filenya. Dan proses scan yang menguras waktu cukup lama diatas rata-rata. Apakah pihak BitDefender membuat AV ini terburu” atau memang asal buat?

    Dengan semua kekurangan AV di berbagai sektor, itu bisa dimaklumi karena tidak ada 100% AV sempurna baik dalam hal resouce RAM, space harddisk, maupun timing scan. yang terpenting itu bagaimana kita selalu UPDATE AV kita agar tidak di hinggapi virus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.