Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!


Satu hal yang pasti kenapa saya mempertegas artikel ini dengan tagline Mudah diadopsi, Mudah dikonfigurasi dan Mudah dimengerti. Karena yang namanya produk antivirus yang disediakan tidak hanya fitur scan dan update saja, banyak sekali fitur – fitur yang dimampatkan ke dalam sebuah produk antivirus, sebut saja seperti BitDefender dengan fitur Privacy Control, lalu Norman dengan fitur SandBox dan Norton dengan fitur Performance Monitoring.

Artikel ini memang hanya untuk orang awam, TAPI khususnya yang mau mempelajari fitur – fitur yang disediakan oleh produk antivirus karena selama ini dari teman – teman saya baik teman kampus maupun teman lama saya sebagian besar tidak pernah yang namanya menyentuh atau membuka “konfigurasi program” dari produk antivirus. Yang mereka lakukan setelah instalasi adalah SCAN dan UPDATE, saya tidak pernah melihat mereka mengkonfigurasi setting – setting yang disediakan.

Berbagai kasus atau masalah yang tidak lazim atau bisa dibilang konyol pun sering ditanyakan kepada saya dan bahkan saya sering menemukannya di Forum CHIP Online. berikut beberapa kasus terkonyol atau yang seharusnya tidak akan terjadi jika mereka sebagai pengguna mau mempelajari fitur dan layanan yang disediakan oleh developernya

Salah deteksi, kesalahan deteksi dari produk antivirus TIDAK akan bisa dihindari dan pasti akan terjadi di semua produk. Solusi untuk hal ini adalah dengan memanfaatkan fitur Quarantine untuk mengembalikan file yang dihapus oleh antivirus dan setelahnya lakukan backup partisi sistem operasi (lebih baik dilakukan dari awal).

Kesalahan deteksi bisa saja terjadi pada aplikasi – aplikasi yang tidak populer atau sebuah program kecil yang fiturnya mirip dengan kode malware. Sebenarnya untuk menghindari masalah amatlah sangat gampang. Gunakan fitur Exclusion di konfigurasi antivirus (pasti ada), namun masalahnya kebanyakan pengguna pasti malas yang namanya mengkonfigurasi produk antivirusnya.

Lalu ujung – ujungnya langsung mengganti dengan produk antivirus lainnya padahal belum tentu produk antivirus yang dipakainya buruk dan belum tentu juga produk antivirus penggantinya lebih baik dari sebelumnya. Toh dari awal memang tidak mau mengkonfigurasi sesuai kebutuhan.

Fitur Exclusion berguna untuk membuat daftar direktori yang tidak diawasi atau tidak di-scan oleh antivirus sehingga bagi programmer yang merasa khawatir program buatannya dicurigai sebagai malware oleh program antivirus yang digunakannya bisa memasukkannya ke dalam daftar Exclusion. Exclusion bisa disebut sebagai Whitelist.

Tidak mengerti akan fitur – fitur yang disediakan, saya pernah mendengar teman saya berkomentar bahwa produk antivirus yang baik adalah yang bisa mengerti akan pengguna dan melindungi dengan sempurna. Komentar tersebut adalah OMONG-KOSONG, kenapa? Ya jelas, Yang namanya program atau software mau tidak mau penggunanya lah yang harus mempelajarinya karena sudah menjadi tanggung jawabnya sebagai pemakai. Jika tidak mengerti akan fitur – fitur yang disediakan, sudah tersedia User’s Manual atau Help Guide yang tinggal dibaca dan dimengerti. Malas membaca? Jangan harap produk antivirus bisa melindungi sistem PC jika penggunanya sendiri tidak mau mengerti,

Tidak mengerti karena semuanya menggunakan Bahasa Inggris?, kalau begitu tidak ada jalan lain selain harus belajar kosakata Bahasa Inggris. Kecuali AVG AntiVirus yang menyediakan Bahasa Indonesia, tapi ujung-ujungnya saya sendiri malah pusing dengan penggunaan kosakatanya. Bahasa Inggris adalah bahasa internasional dan pastinya digunakan pada semua software. Kalau tidak mengerti Bahasa Inggris bagaimana bisa menggunakan sistem operasinya? Kecuali asal klik tapi tidak tahu apa yang terjadi.

Saya berharap anda sebagai pembaca dan tentu saja sebagai pengguna produk antivirus maupun produk keamanan lainnya (firewall, internet security dan lain – lain) atau software apa-pun. Ada baiknya mempelajari terlebih dahulu fitur – fitur yang disediakan sehingga kedepannya pasti akan merasa nyaman dengan software tersebut karena mengerti apa saja yang harus dilakukan dengan fitur – fitur yang ada. Seperti halnya saat mengendarai motor maupun mobil tentu saja anda akan merasa nyaman bukan setelah mengerti cara mengemudikannya dan pasti mengerti apa yang harus dilakukan saat mengendalikannya.

AntiVirus Battle Ground logo 3

9 thoughts on “Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!

  1. Untuk antivirus sebenarnya kita bergantung pada pihak developernya dalam memberikan update teraktual.. utk virus ramnit saya menggunakan Norton AntiVirus bisa terlindungi…

  2. ratna

    Thanks infonya. Saya bingung mau pakai AV apa. Saya sering dpt virus shortcut pd usb baru. Tdk hilang jg meski sdh d scan AV. Smadav mendeteksi sbg virus ramnit 32 tp tdk bisa menghapus dan muncul lagi, tdk tau jg apa itu, maklum awam soal IT dan AV. Pakai Bitdefender, Avira, Avast jg tdk mempan. Waktu coba pakai Nod32 versi 30 hari baru bisa. Ada recomendasi?

  3. oke… thanks untuk ajakannya… tapi untuk sementara ini saya belum bisa bergabung chat room karena masih ada kesibukan tugas kuliah dan kebetulan kesehatan saya masih terganggu.. mungkin kira-kira pada hari Sabtu jika ada jadwal kosong atau sudah fit bisa mengundang saya di chat room messenger…

    bro ghazali bisa menghubungi saya melalui kontak yang saya sediakan https://tridentcore.wordpress.com/contact-me/

  4. Ghazali

    kang aris,

    kebetulan ogud dan bbrp rekan sering membahas soal antivirus, ogud cek ada bro iyan.dk yg komen di forum chip, dan memang beliau maen di antivirus, tp lebih condong ke unix/linux security,

    di av-comparatives bisa di rekap bbrp test, jadi bisa disimpulkan untuk rate detection dan performance berdasarkan rekap, krn kita tahu bahwa dengan 1 pengujian tdk bisa disimpulkan 1 merk yg bagus, krn harus dilihat bbrp kali pengujian,

    bisa di cek di artikel :
    http://ebsoft.web.id/2011/03/23/bagaimana-cara-dan-metode-memilih-antivirus-terbaik/
    tp rekap hanya rate detection

    bisa di info messengernya, nanti boleh kita buat room di chat dengan bbrp teman termasuk bro iyan.dk akan ogud ajak join,

    wass

  5. Terima kasih kepada bro ghazali atas koreksi-nya, sebelumnya saya minta maaf jika ada kekeliruan atas data statistik kumulatif yang saya ambil dari pihak av-comparative.org, sebagai info saja mungkin pada saat memasukkan data statistik tersebut saya tidak menyadarinya jika daya yang dimasukkan terbalik. Maklum semua proses pembuatan artikel termasuk memasukkan data statistik kumulatif saya sendirian yang melakukannya. Sekali lagi terima kasih atas koreksinya, benar atau tidak dari semua pembaca yang menyimak review ini setahu saya hanya bro ghazali yang sepertinya membaca seluruh artikel ini, karena sebagian besar pembaca langsung loncat ke bagian kesimpulan.

    Untuk masalah pendapat anda untuk ketidaksetujuan karena saya tidak memprioritaskan masalah performa deteksi. Saya telah menjabarkan alasan saya kenapa tidak mengambil performa deteksi malware sebagai poin penting di bagian awal artikel ini. Jika bro ghazali ingin penjelasan yang lebih spesifik bisa menghubungi saya melalui messenger untuk kontak langsung dengan saya, terima kasih.

  6. ghazali

    saya kurang sependapat, yg dilihat dalam memilih antivirus adalah berdasarkan prioritas apalagi kalau bukan rate detection, performa, false alarm, spt yg selalu ditulis oleh av-comparatives,
    rate detection sudah dijelaskan termasuk : windows virus, macro, malware, worm, backdoor/bots, trojan, dan malware lain (threat)

    data sumber av-comparatives yg disalin pada : https://tridentcore.files.wordpress.com/2010/10/cumulativeavreports1.jpg
    apakah sudah valid ? mohon di cek kembali, contoh :
    -feb 2009, point 99.7 avira, avast 98.2 (anda terbalik)

    -agust 2009, point 99.4 avira, avast 98 (anda terbalik lagi)

    -feb 2010, point 99,3 di pegang oleh avira dan bukan avast (lagi2, anda terbalik),

    semoga ini hanya kesalahan tulis, dan bukan manipulasi data

    Ghazali

    rata2 data yg anda salin dari av-comparatives keliatan banyak terbalik

    wass
    Ghazali

  7. terima kasih sekali atas feedback-nya mas jk.. kedepannya akan saya usahakan untuk meng-uji produk2-nya melalui pengguna awam… sehingga akan terlihat lebih relevan… Thanks again…

  8. Johannes Kristianto

    Nice review, amat sangat membantu kita2 dalam memilih AV yg mudah digunakan dan reliable dalam memproteksi system kita….

    Tapi ada satu usulan dari saya…. Berdasarkan pengalaman selama ini, kemudahan penggunaan sebuah product AV adalah untuk mentargetkan pengguna awam, jadi saya usul kalau ada review seperti ini lagi, ada baikknya diambil sebagian pengujinya dari orang yang benar2 awam, orang2 yg hanya tau menggunakan saja, karena menurut saya pendapat orang2 awam inilah yang tentunya akan benar2 mencerminkan kemudahan penggunaan sebuah product AV…….

    Keep up the good work bro…

  9. yuga

    Akhirnya keluar juga review antivirus 2011 setelah sekian lama menunggu.. 😀

    menurut saya BitDefender AntiVirus 2011 terlalu mengambil space kosong yang sangat luar biasa besarnya dan ukuran file instalasi yang menjadi paling bengkak diantara semua peserta (245 MB / 280 MB), saya jadi penasaran sama isi dari BitDefender itu sampai membengkak kayak gajah filenya. Dan proses scan yang menguras waktu cukup lama diatas rata-rata. Apakah pihak BitDefender membuat AV ini terburu” atau memang asal buat?

    Dengan semua kekurangan AV di berbagai sektor, itu bisa dimaklumi karena tidak ada 100% AV sempurna baik dalam hal resouce RAM, space harddisk, maupun timing scan. yang terpenting itu bagaimana kita selalu UPDATE AV kita agar tidak di hinggapi virus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.