Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!


Dalam proses penyelesaian artkel ini, saya melibatkan 4 teman saya yang dimana mereka telah bersedia membantu dan memberi kontribusi kepada saya dalam proses pengerjaan artikel ini. Dibawah ini profil sederhana dari masing – masing teman saya,

Muhammad Harun Basuki, teman saya satu ini sejalan dengan saya dalam mendalami dunia IT meskipun tidak se-hardcore saya tapi masih bisa mengerti istilah – istilah dalam dunia IT. Pengalaman dalam menggunakan produk antivirus pun juga senasib dalam 5 tahun ini, dimulai dari AVG AntiVirus Free lalu Avira AntiVir Personal hingga ikut saya membeli lisensi Norton AntiVirus.

Zulian Akbar, untuk teman saya yang ini mungkin kalau dalam urusan IT tidak bisa dijadikan andalan tapi setidaknya ada keinginan untuk tahu perkembangannya. Pengalaman dalam menggunakan produk antivirus pun tidak jauh berbeda dengan Harun.

Yuga Ferdoni, karena tinggal di Kota Jember sementara saya, Harun dan Zulian bersama di Surabaya tidak banyak yang saya ketahui perkembangannya dalam mendalami dunia IT meskipun sering menghubungi saya melalui instant messenger untuk bertanya masalah IT. Pengalaman menggunakan produk antivirus dimulai dengan McAfee bundle dari produk notebook-nya lalu mengikuti saya menggunakan Norton AntiVirus.

Fathur Rozi, saya baru mengenal Rozi sekitar 2 tahun lalu namun saya menganggap bahwa dia juga mempunyai rasa ingin tahu terhadap hal-hal yang terbaru di dunia IT. Pengalaman dalam menggunakan produk antivirus, awalnya menggunakan Kaspersky Internet Security bundle dari notebook dan beralih ke Norton AntiVirus.

Mungkin ada yang tidak setuju dengan hasil review dan penilaian saya dalam artikel ini. Memang hal tersebut tidak bisa dihindari mengingat banyak yang terlalu “minded” dengan salah satu produk tersebut. Perlu diingat dalam melakukan review ini saya bersikeras untuk tidak memihak salah satu produk dan anda sebagai pembaca bisa memegang janji saya beserta teman – teman saya.

ARTIKEL INI DIPERUNTUKKAN BAGI PENGGUNA YANG MEMPUNYAI KEMAUAN UNTUK MEMPELAJARI FITUR DAN KONFIGURASI DARI PRODUK ANTIVIRUS YANG AKAN DIGUNAKANNYA.

Saya berharap setelah review perbandingan ini para pembaca bisa mengerti apa yang harus dilakukan pada saat menggunakan produk antivirus, bukan hanya tinggal pakai saja.

Avast logoAVG logoAvira logoBitDefender logoF-secure logoKaspersky logoNod32 logo

Norman logoNorton-2011-Logo

BitDefender dan Norton merilis versi terbaru yaitu versi 2011 saat saya sedang dalam proses pengerjaan review ini, versi 2011 langsung saya eksplorasi dan dokumentasi mengenai versi 2010 yang sebelumnya akan dijadikan arsip.

Diatas adalah logo dari produk – produk antivirus yang saya review pada artikel ini. Penambahan produk akan saya jabarkan di bagian akhir artikel karena membutuhkan waktu untuk melakukan review per produk.

Saya ada sedikit cerita untuk beberapa produk antivirus diatas, dulu sekitar tahun 2005 hingga 2008 akhir produk – produk AV yang pernah saya gunakan adalah Avast AntiVirus Free, AVG AntiVirus Free, Avira AntiVir Personal dan Norton AntiVirus (waktu itu menggunakan versi 2005 bonus dari beli notebook). Saya tentu saja masih ingat tampilan dari Avast yang mirip sebuah audio player, jujur waktu itu saya dibuat bingung oleh desain interfacenya tapi cukup menarik juga dan sekarang pada saat saya me-review-nya, tampilannya sudah berubah total, desainnya mirip dengan layout AVG AntiVirus.

AVG dulu pernah menjadi favorit saya karena ringan dan mudah digunakan namun sayangnya waktu itu sering mengalami crash (saya sendiri belum tahu sebabnya). Seperti Avast, AVG juga mengalami perombakan layout tampilannya. Sepertinya hanya Avira yang tidak berubah banyak sejak saya memakainya di versi 7, tema warna merah dan logo payung. Proses scan dan update tetap sama, tidak ada yang berubah secara drastis. Namun sayangnya waktu itu karena belum ada distributor untuk perwakilan di Indonesia saya tidak bisa membeli lisensi Avira dan pada akhirnya kepincut dengan Norton AntiVirus.

Norton AntiVirus, seingat saya pertama kali menggunakannya versi 2005 yang merupakan bonus dari pembelian notebook. Tidak dapat dipungkiri memang, Norton AntiVirus versi 2005 sungguh berat dan membebani sistem dan pada akhir saya tidak menggunakannya lagi di tahun 2006 akhir lalu pada tahun 2007 akhir saya membeli lisensinya untuk versi 2008. Waktu itu Norton AntiVirus 2008 saya gandeng dengan AVG Free dan AVira Personal namun 8 bulan setelahnya karena merasa repot dan tidak pernah ada infeksi virus, AVG dan Avira saya lepas (uninstall) sekitar awal 2009. Norton AntiVirus terus saya pakai hingga sekarang dan mengalami pembaharuan lisensi sebanyak 3 kali sejak itu.

Untuk sisanya, hanya F-Secure dan Norman yang belum pernah saya jumpai atau saya pakai (sebelum mengadakan review ini). Untuk BitDefender saya pernah memakainya pada saat menjajal notebook teman saya, kesannya cukup mudah untuk digunakan karena menggunakan layout yang mirip dengan Avast. Untuk NOD32 saya sudah mengenalinya pada saat mengadakan review perbandingan dengan Norton AntiVirus 2009. Banyak yang berpendapat NOD32 hanya khusus untuk pengguna professional.

Kaspersky, banyak teman saya yang menggunakanya karena efek suaranya yang cukup khas pada saat mendeteksi malware. Saya mengenal Kaspersky sejak versi 7 hingga sekarang versi 2011 yang baru saya review. Perubahan desain tampilan di versi 2011 yang cukup menarik mirip dengan tampilannya control panel Intel GMA Graphic ala tema glossy.

9 thoughts on “Antivirus Battle Ground, When Detection is Not a Priority…!!!

  1. Untuk antivirus sebenarnya kita bergantung pada pihak developernya dalam memberikan update teraktual.. utk virus ramnit saya menggunakan Norton AntiVirus bisa terlindungi…

  2. ratna

    Thanks infonya. Saya bingung mau pakai AV apa. Saya sering dpt virus shortcut pd usb baru. Tdk hilang jg meski sdh d scan AV. Smadav mendeteksi sbg virus ramnit 32 tp tdk bisa menghapus dan muncul lagi, tdk tau jg apa itu, maklum awam soal IT dan AV. Pakai Bitdefender, Avira, Avast jg tdk mempan. Waktu coba pakai Nod32 versi 30 hari baru bisa. Ada recomendasi?

  3. oke… thanks untuk ajakannya… tapi untuk sementara ini saya belum bisa bergabung chat room karena masih ada kesibukan tugas kuliah dan kebetulan kesehatan saya masih terganggu.. mungkin kira-kira pada hari Sabtu jika ada jadwal kosong atau sudah fit bisa mengundang saya di chat room messenger…

    bro ghazali bisa menghubungi saya melalui kontak yang saya sediakan https://tridentcore.wordpress.com/contact-me/

  4. Ghazali

    kang aris,

    kebetulan ogud dan bbrp rekan sering membahas soal antivirus, ogud cek ada bro iyan.dk yg komen di forum chip, dan memang beliau maen di antivirus, tp lebih condong ke unix/linux security,

    di av-comparatives bisa di rekap bbrp test, jadi bisa disimpulkan untuk rate detection dan performance berdasarkan rekap, krn kita tahu bahwa dengan 1 pengujian tdk bisa disimpulkan 1 merk yg bagus, krn harus dilihat bbrp kali pengujian,

    bisa di cek di artikel :
    http://ebsoft.web.id/2011/03/23/bagaimana-cara-dan-metode-memilih-antivirus-terbaik/
    tp rekap hanya rate detection

    bisa di info messengernya, nanti boleh kita buat room di chat dengan bbrp teman termasuk bro iyan.dk akan ogud ajak join,

    wass

  5. Terima kasih kepada bro ghazali atas koreksi-nya, sebelumnya saya minta maaf jika ada kekeliruan atas data statistik kumulatif yang saya ambil dari pihak av-comparative.org, sebagai info saja mungkin pada saat memasukkan data statistik tersebut saya tidak menyadarinya jika daya yang dimasukkan terbalik. Maklum semua proses pembuatan artikel termasuk memasukkan data statistik kumulatif saya sendirian yang melakukannya. Sekali lagi terima kasih atas koreksinya, benar atau tidak dari semua pembaca yang menyimak review ini setahu saya hanya bro ghazali yang sepertinya membaca seluruh artikel ini, karena sebagian besar pembaca langsung loncat ke bagian kesimpulan.

    Untuk masalah pendapat anda untuk ketidaksetujuan karena saya tidak memprioritaskan masalah performa deteksi. Saya telah menjabarkan alasan saya kenapa tidak mengambil performa deteksi malware sebagai poin penting di bagian awal artikel ini. Jika bro ghazali ingin penjelasan yang lebih spesifik bisa menghubungi saya melalui messenger untuk kontak langsung dengan saya, terima kasih.

  6. ghazali

    saya kurang sependapat, yg dilihat dalam memilih antivirus adalah berdasarkan prioritas apalagi kalau bukan rate detection, performa, false alarm, spt yg selalu ditulis oleh av-comparatives,
    rate detection sudah dijelaskan termasuk : windows virus, macro, malware, worm, backdoor/bots, trojan, dan malware lain (threat)

    data sumber av-comparatives yg disalin pada : https://tridentcore.files.wordpress.com/2010/10/cumulativeavreports1.jpg
    apakah sudah valid ? mohon di cek kembali, contoh :
    -feb 2009, point 99.7 avira, avast 98.2 (anda terbalik)

    -agust 2009, point 99.4 avira, avast 98 (anda terbalik lagi)

    -feb 2010, point 99,3 di pegang oleh avira dan bukan avast (lagi2, anda terbalik),

    semoga ini hanya kesalahan tulis, dan bukan manipulasi data

    Ghazali

    rata2 data yg anda salin dari av-comparatives keliatan banyak terbalik

    wass
    Ghazali

  7. terima kasih sekali atas feedback-nya mas jk.. kedepannya akan saya usahakan untuk meng-uji produk2-nya melalui pengguna awam… sehingga akan terlihat lebih relevan… Thanks again…

  8. Johannes Kristianto

    Nice review, amat sangat membantu kita2 dalam memilih AV yg mudah digunakan dan reliable dalam memproteksi system kita….

    Tapi ada satu usulan dari saya…. Berdasarkan pengalaman selama ini, kemudahan penggunaan sebuah product AV adalah untuk mentargetkan pengguna awam, jadi saya usul kalau ada review seperti ini lagi, ada baikknya diambil sebagian pengujinya dari orang yang benar2 awam, orang2 yg hanya tau menggunakan saja, karena menurut saya pendapat orang2 awam inilah yang tentunya akan benar2 mencerminkan kemudahan penggunaan sebuah product AV…….

    Keep up the good work bro…

  9. yuga

    Akhirnya keluar juga review antivirus 2011 setelah sekian lama menunggu.. 😀

    menurut saya BitDefender AntiVirus 2011 terlalu mengambil space kosong yang sangat luar biasa besarnya dan ukuran file instalasi yang menjadi paling bengkak diantara semua peserta (245 MB / 280 MB), saya jadi penasaran sama isi dari BitDefender itu sampai membengkak kayak gajah filenya. Dan proses scan yang menguras waktu cukup lama diatas rata-rata. Apakah pihak BitDefender membuat AV ini terburu” atau memang asal buat?

    Dengan semua kekurangan AV di berbagai sektor, itu bisa dimaklumi karena tidak ada 100% AV sempurna baik dalam hal resouce RAM, space harddisk, maupun timing scan. yang terpenting itu bagaimana kita selalu UPDATE AV kita agar tidak di hinggapi virus..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.