Produk software dari Adobe paling sering di-update / patch?


Adobe Patch logo Tanya kenapa? Ya saya sendiri juga tidak heran kalau software dari developer Adobe memang populer tapi kepopuleran tersebut ternyata membawa masalah yang cukup serius meskipun produk OS Windows dari Microsoft sendiri juga secara rutin diberi update untuk menjaga kestabilan dan memberi tambalan terhadap celah keamanan. Namun saya melihat portal berita di news.softpedia.com melihat banyak sekali berita mengenai produk Adobe yang di-update akibat celah keamanan dan patching karena ketidakstabilan programnya.

2010-03-01_174648 Pada tanggal 1 Maret 2010 saat saya sedang “jalan – jalan” di website softpedia dibagian berita keamanan mengenai celah keamanan software http://news.softpedia.com/cat/Security/Security-Fix, saya agak kaget dengan tampilan dari berbagai header berita yang ada. Sekilas hampir semua header berita mengandung kata – kata “Adobe”.

Saya melihat ada sekitar 5 header berita disitu dan semuanya tentang update dan patch dari produk Adobe. Dimulai dari produk bekas Macromedia yaitu Flash, lalu diikuti dengan Adobe Download Manager, Adobe Reader dan Adobe AIR. Hampir semua produk populer dari Adobe tidak lepas dari masalah celah keamanan dan ketidakstabilan. Apakah memang sedemikian rapuhnya produk Adobe sehingga harus sering ditambal?

Dibawah ini adalah screenshot dari artikel berita mengenai perbaikan celah keamanan untuk berbagai produk Adobe, bahkan semuanya merupakan celah berbahaya (critical level).

2010-03-01_1747502010-03-01_1747042010-03-01_1747132010-03-01_1747212010-03-01_1747322010-03-01_174740

Credits: news.softpedia.com

Mungkin bisa disamakan dengan produk Microsoft seperti keluarga Windows (XP, Vista maupun 7) dan Office suite yang sering mendapat update / patch dengan frekwensi hampir setiap minggu bahkan per 3 hari. Namun produk dari Adobe masih menjadi “pemenang” dalam frekwensi update yang terlalu sering.

Saya sendiri memang cukup terbiasa dengan berita – berita seperti ini karena memang sudah menjadi sebuah “tradisi” bagi produk software yang populer. Ambil contoh saja beberapa software terpopuler seperti Microsoft Windows, Microsoft Office, Internet Explorer, Adobe Flash, Adobe Reader, QuickTime, Java, Mozilla Firefox.

Dari semua aplikasi yang disebutkan sebelumnya memang mempunyai celah keamanan yang tidak sedikit namun Adobe Reader dan QuickTime menduduki posisi tertinggi yang mempunyai celah keamanan dengan level “berbahaya” terbanyak.

Namun untuk QuickTime masih bisa dihindari dengan tidak melakukan playback/streaming terhadap file video format MOV yang merupakan format resmi dari Apple QuickTime. Lagipula saat ini format video alternatif seperti MKV mulai populer di kalangan pecinta kolektor film. Dengan ukuran file 900 MB sudah bisa mendapatkan video kualitas HD resolusi 1280×720 dan durasi 1 jam.

Kembali ke masalah produk Adobe, karena hal ini sudah tidak bisa dihindari dari “kepopuleran” produk Adobe seperti Adobe Reader dan Adobe Flash maka mau tidak mau pengguna harus rutin melakukan update terhadap plug-in Flash player di web browser. Khusus untuk Mozilla Firefox akan ada peringatan kalau versi dari plug-in Flash-nya sudah usang dan akan diberi konfirmasi untuk segera melakukan update.

Untuk Adobe Reader saat ini sudah ada solusinya, cukup lakukan penghapusan (uninstall) aplikasi Adobe Reader dari sistem operasi dan gantikan penuh dengan software pembaca file PDF (PDF Reader) alternatif yang lebih ringan dan lebih aman seperti Foxit Reader.

Namun untuk kedepannya pengguna harus lebih hati – hati pada saat men-download file PDF dari internet karena bisa saja file PDF tersebut sudah dimodifikasi dengan memasukkan sebuah kode berbahaya dan dapat mengakibatkan terbukanya celah keamanan sistem. Pastikan saja fie PDF yang di-download dari website yang terpercaya dan kepastiannya valid.

2010-03-02_113332

Credits: news.softpedia.com

Diatas adalah sebuah screenshot dari arsip berita – berita tentang celah keamanan tahun 2009 di website news.softpedia.com. Tanda anak panah berwarna merah yang saya beri discreenshot tersebut menandakan artikel berita yang berhubungan dengan produk Adobe, cukup banyak bukan?

2010-03-02_1134502010-03-02_1133442010-03-02_1133522010-03-02_1133592010-03-02_1134092010-03-02_113441

Credits: news.softpedia.com

Apakah ada solusi praktis untuk menghindari dari semua celah keamanan tersebut? Saat ini saya belum menemukannya untuk plug-in Adobe Flash namun untuk Adobe Reader bisa memakai alternatif software lain seperti Foxit Reader. Untuk Adobe Flash bisa diminimalisir dengan menggunakan web browser Mozilla Firefox yang dimana akan memperingatkan kepada user-nya jika versi dari plug-in sudah basi (outdated). Tentu saja penggunaan program keamanan seperti antivirus dan firewall mutlak digunakan. Jangan lupa untuk melakukan backup secara reguler supaya bisa mengembalikan sistem dikala terkena masalah serius.

All screenshot images and Adobe Flash logo with bandages are trademark from their respective owner/creator/developers. Semua gambar screenshot dan Adobe Flash logo dengan perban adalah merek dagang dari masing-masing pemilik / pencipta / pengembang.

3 Responses

  1. disamping berpeluang crash ketidakstabilan dari Adobe Flash yang tidak rajin di-update akan menyebabkan banyak masalah di sistem operasi komputer. Maka dari itu update rutin wajib dilakukan.

  2. Kalau misalnya flash player ga sering di update bisa bikin komputer kita error ya gan,,?????

  3. seperti pepatah jawa lama. “Semakin kompleks suatu program, semakin banyak celah kelemahannya”😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: