Bloatware, Boros Kapasitas dan Terlalu Membebani Sistem


Bloatware Apakah itu Bloatware? Bloatware merupakan sebuah kategori dari sebuah software – software yang ukuran total filenya tidak sebanding dengan kebutuhan pengguna dimana kerap kali menyusahkan dengan berbagai update yang terlalu sering dan beban sistem yang tidak lazim. Ukuran installer yang sangat besar namun tidak sebanding dengan fitur – fitur yang disediakan bahkan mampu dikalahkan oleh software lainnya yang jauh lebih baik dengan ukuran file instalasi yang jauh lebih kecil dan tidak boros resource serta tidak membebani sistem.

Berikut definisi dari Bloatware di Wikipedia,

Software bloat is a term used to describe the tendency of newer computer programs to have a larger installation footprint, or have many unnecessary features that are not used by end users, or just generally use more system resources than necessary, while offering little or no benefit to its users.

Sebuah sebutan yang ditujukan kepada sebuah program komputer yang ukuran instalasi cukup besar dan mempunyai banyak fitur yang tidak perlu untuk pengguna personal atau boros akan kapasitas HDD maupun beban RAM yang sangat tidak menguntungkan.

Saya sebut saja 3 bloatware yang paling terkenal, Nero Burner Suite, Adobe Reader dan Microsoft Office. Nero Burner dulunya memang ringan dan kecil namun sekarang sudah berbeda, ukurannya semakin besar dan semakin membebani sistem dengan berbagai fungsinya yang ternyata tidak maksimal. Ditambah lagi dirilisnya versi gratis dari Nero 9 yaitu Nero 9 Free namun kemunculannya malah menarik kecaman dimana-mana.

Nero 9 Free hanya mempunyai 2 fungsi yaitu Burn dan Copy Disc dengan ukuran instalasi 50 MB, sebuah software yang sangat tidak berguna. Bandingkan saja langsung dengan Ashampoo Burning Studio 6.76 Free yang ukurannya hanya 6 MB dan fiturnya yang sangat lengkap. Buang Nero dan gantikan Ashampoo Burning Studio yang jauh lebih hemat kapasitas dan beban sistem jauh lebih ringan. Bahkan versi 2010 dari Ashampoo Burning Studio menyediakan fitur “Expert Function” dan “Cover Desginer” yang lebih ditingkatkan, tentu saja lisensinya juga gratis.

Nero 9 Free, program burner terburuk dijuluki “crapware”

Ashampoo Burning Studio 2010, pecat sampah Nero 9 Free

Ashampoo and Nero crap Foxit better than Adobe

Adobe Reader, mungkin semua sudah pada tahu software pembaca PDF ini. Dengan ukuran instalasi mencapai 25 MB dan ditambah lagi beban sistemnya yang luar biasa tinggi sangat tidak cocok menjadi sebuah PDF Reader. Bandingkan saja dengan Foxit PDF Reader yang instalasinya hanya 5 MB dan tidak memerlukan tambahan tool mempercepat loading seperti Adobe dengan tool Adobe Reader Speed Launch karena memang udah membebani dari awalnya. Foxit PDF Reader loading lebih cepat dan tidak memerlukan embel – embel apa pun.

Foxit Reader, jauh lebih baik daripada Adobe Reader

Dari penggunaannya pun sudah sangat terbukti, Adobe Reader cukup membebani sistem saat membuka file PDF dan kerap membebani sistem saat loading program. Lain halnya dengan Foxit Reader yang kurang dari 5 detik dokumen PDF sudah terbuka tanpa ada beban sistem yang terasa.

Apart from superfluous features, time constraints may result in remnants of old code being included when new versions of a program are built. A good example is Adobe’s Acrobat Reader; long the standard in PDF readers, it has grown with each version, with the current installation package at 37 MB; this may be compared to the virtually identical Foxit Reader, whose installation package is 5.11 MB, and which itself has come under fire for getting too big.

Sumber: Wikipedia

Ada satu lagi software bloatware yang sangat terkenal hingga saat ini, tidak lain dan tidak bukan adalah Microsoft Office. Kenapa? Saya telah memberi sebuah “penghargaan” berupa Bloat Software kepada Microsoft Office setelah mengenal Kingsoft Office. Bayangkan saja sendiri Kingsoft Office installernya hanya 47 MB dan hanya mengambil jatah 120 MB untuk instalasi penuh dan semua fiturnya sangat mirip dengan Microsoft Office.

Sedangkan Microsoft Office untuk edisi yang paling rendah yaitu Home and Student ukuran instalasinya mencapai 300 MB dan menghabiskan hampir 1 GB untuk instalasi penuh, sangat jauh dengan Kingsoft Office yang hanya 120 MB. Beban sistem Kingsoft Office jauh lebih ringan daripada Microsoft Office dan adanya fitur tabbed document yang sangat praktis ala web browser.

Kingsoft Office Personal, kembaran gratis Microsoft Office

Sebenarnya ada satu lagi sebuah produk software bloatware yang juga sangat populer yaitu, Windows Vista yang dimana sebagai penerus Windows XP. Dengan penambahan berbagai fitur yang sangat berlimpah banyak yang berpendapat tidak semua fitur tersebut digunakan untuk penggunaan umum malah disinyalir boros kapsitas HDD.

Kenapa Windows Vista dianggap “bloatware” karena konsumsi RAM-nya yang sangat luar biasa besar hingga mencapai 900 MB untuk kondisi idle, hal ini bisa diperparah oleh para produsen produk notebook yang seenaknya menambah bundle software hingga menyebabkan beban sistem bertambah dan kapasitas HDD yang terbuang percuma.

Microsoft Windows has been accused of being bloated. For example, with reference to Windows Vista, Microsoft engineer Eric Traut commented that “A lot of people think of Windows as this large, bloated operating system, and that’s maybe a fair characterization, I have to admit…. [but] at its core, the kernel, and the components that make up the very core of the operating system, is actually pretty streamlined.”. Former PC World editor Ed Bott has expressed skepticism, noting that almost every single operating system that Microsoft has ever sold had been criticized as ‘bloated’ when it first came out; even those now regarded as the exact opposite, such as MS-DOS.

Sumber: Wikipedia

2009-12-05_191934

Bisa dilihat dari tabel perbandingan diatas, dari Windows 95 ke Windows 98 naik 4 kali lipat jatah HDD-nya lalu 3 kali lipat ke Windows 2000, ke Windows XP naik 2 kali lipat lalu ke Windows Vista meningkat drastis hingga 10 kali lipat dan ke Windows 7 hanya nambah 1 GB. Sebuah peningkatan kapasitas yang dinilai sangat tidak berguna dan membuang – buang resource sistem.

Yang membuat saya heran adalah jatah HDD untuk Windows 7, teman saya yang baru saja membeli lisensi Windows 7 Professional hanya memakai 9 GB dari 30 GB total kapasitas partisi yang disediakan. Sedangkan di tabel perbandingan diatas malah 16 GB, kalaupun untuk edisi Ultimate dari Windows 7, yang 7 GB sisanya buat apa?

Ambil contoh saja seperti produsen ACER dan TOSHIBA serta yang baru – baru ini saya lihat di notebook SONY yang baru dibeli oleh teman saya. ACER seperti biasa menambahkan berbagai fitur seperti ACER Empowering Software yang diantaranya ACER Arcade, ACER ePower, ACER eRecovery dan lain – lain. ACER Arcade tidak lain tidak bukan adalah tiruan dari Windows Media Center, sebuah pemborosan yang luar biasa. Dan beberapa mini game yang tidak semua pengguna menginginkannya, semua bundle software dari ACER bisa menghabiskan kapasitas HDD hingga 2 GB bahkan lebih.

SONY pun bisa lebih parah, teman saya yang baru membeli produk notebook SONY VPC series, beban RAM-nya mencapai 50% dari total kapasitas 4 GB (berarti beban RAM-nya 2 GB). Berbagai proses dengan awalan “VAIO” berjubel di Task Manager dan Startup Windows. Setelah saya memeriksanya ternyata sebagian besar dari proses dan startup tersebut tidak ada gunanya bagi pengguna umum.

Bundle – bundle software yang disediakan pun juga termasuk dalam kategori bloatware seperti Adobe Reader, Nero Burning ROM dan Microsoft Office. Yang lebih parah lagi, lisensi dari Microsoft Office hanya diberi sebanyak 60 hari dan juga lisensi program keamanan seperti seperti McAffee, Kaspersky atau Norton yang hanya diberi durasi 1 bulan hingga 3 bulan padahal harga lisensi untuk OEM bisa sangat murah apalagi untuk para produsen notebook.

Saya sendiri pun hingga sekarang tetap bertahan di Windows XP, tidak ada masalah hingga sekarang. Yang penting rajin update secara reguler dan backup rutin, alhasil sistem tidak pernah mengalami masalah serius sekalipun. Audit keamanan sistem operasi dengan melakukan update database software antivirus dan melakukan konfigurasi setting keamanan firewall agar sesuai dengan kebutuhan.

Alternatif dari Windows pun hanya satu dari ribuan varian di kerajaan yang dibuat oleh Linus Trovalds yang tidak lain dan tidak bukan adalah Linux. Linux sudah terbagi menjadi ribuan distro untuk berbagai keperluan. Ambil contoh saya distro yang cukup terkenal yaitu Ubuntu. Jatah HDD kurang dari 5 GB sudah termasuk berbagai aplikasi dan fungsi yang cukup lengkap untuk penggunaan All-Purpose.

Namun dikarenakan kompabiitas yang memang harus dimaklumi Windows masih jauh lebih unggul namun perlahan tapi pasti Linux mampu mendominasi di pasar sistem operasi. Dengan lisensi Open-Source yang dimana bebas dimodifikasi dan distribusikan tanpa biaya membuat Linux mampu melawan Windows dalam aspek penggunaan umum.

6 Responses

  1. baru ngeh apa itu bloatware….kalo pdf reader gw lebih milih Sumatra Pdf….installernya kecil dengan kemampuan membaca hampir semua format ebook selain pdf

  2. Adalagi, Visual Basic 6.0,
    untuk membuat aplikasi yang sederhana, harus menginstal program yang besar, padahal inti program ini hanya sebesar 6 MB.
    Lebih hemat memakai Visual Basic 6.0 Portable Version, cuma 6 MB.

  3. tulisannya bagus ;D

  4. yup… betul WinZip termasuk bloatware… padahal fungsi-nya lebih minim dan IZArc jauh lebih lengkap… IZArc gratis pula…

  5. Ada lagi yg bloatware, namanya WinZip 16
    Coba aja lihat, ukuran setupnua sampai 50Mb lebih..

    http://www.filehippo.com/download_winzip/

  6. makasih artikelnya. ngebuka mata gw bgt!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: