Layanan Yang Tidak Konsisten, Pelanggan Jadi Korban


Internet_Download Sebuah layanan Customer Service seharusnya bisa memberi solusi terhadap masalah yang sedang dihadapi oleh pelanggan. Tapi bagaimana jika sebuah layanan Customer Service ternyata tidak memberi solusi atau dari jawaban dari masalah tersebut? Meskipun telah melakukan kontak ke Customer Service tetap saja tidak pernah selesai masalahnya. Disuruh menunggu 1x 24 jam ataupun hingga 3x 24 jam tetap saja tidak ditemui sebuah solusi yang menguntungkan dari pihak pelanggan. Sebagai salah satu pelanggan Telkomsel Flash saya merasa dirugikan.

Betapa tidak, bulan lalu secara tiba – tiba Telkomsel memotong kuota download untuk pengguna Basic dari 2 GB menjadi 500 MB tanpa ada pemberitahuan lebih dulu dan saya sendiri baru menerima SMS pemberitahuan tersebut pada tanggal 7 September. Berikut isi dari SMS Telkomsel yang saya terima.

Pelanggan Yth. Terhitung mulai tgl 1 Sep 09, Fair Usage untuk Paket Basic TELKOMSELFlash Unlimited berubah dari 2GB menjadi 500 MB. Terima kasih.

Bandwith Dipangkas, Konsumen Laporkan Telkomsel ke Polisi

Ditambah lagi tarif yang dipakai malah tetap dan tidak ada penurunan sesuai dengan penurunan kuota. Dan Telkomsel mengharuskan para pelanggannya mengeluarkan biaya lebih banyak lagi jika ingin mendapatkan kecepatan yang sesuai paketnya. Sebuah tindakan pemerasan secara tidak langsung demi sebuah kecepatan download internet.

Stlh kecepatan diturunkan&ingin mendpt kecepatan normal kembali,Anda dpt membeli paket 50rb(125MB)/100rb(300MB) via SMS.Info lengkap http://www.telkomsel.com/flash

Demi sebuah kecepatan download sebesar 256 Kbps? Pelanggan harus mengeluarkan dana untuk mendapatkannya. Namun yang lebih parah lagi, bukannya 1 GB atau 2 GB melainkan hanya 300 MB dengan harga Rp 100.000. Total tarif bulanan bisa membengkak hampir 2 kali lipat bahkan lebih hanya dikarenakan “penjualan” kecepatan download internet.

Sejak bulan Juni 2009, kualitas koneksi internet dari ISP Telkomsel Flash mengalami penurunan yang sangat drastis, dari kualitas ping yang buruk dan terputusnya koneksi tanpa sebab. Alhasil kegiatan mengunjungi website, mengurus blog, milis di forum dan download menjadi sangat tidak nyaman. Berkali – kali menghubungi pihak customer service pun tidak mendapatkan solusi yang tepat, yang saya terima hanyalah sebuah kata – kata “maaf atas ketidaknyamanannya” atau “jaringan sedang mengalami gangguan”.

2009-10-01_225117

Ping test dengan hasil yang sangat mengecewakan, rata – rata hasilnya diatas 3 detik (3000 ms). Kualitas macam apa ini?

Sepertinya Telkomsel tidak mau memberikan sebuah layanan internet yang benar – benar Unlimited. Meskipun tidak ada batas waktu namun kecepatan standar hanya berkisar 64 Kbps yang dimana hanya seukuran 8 KB per detik. Angka yang sangat kecil untuk sebuah koneksi internet.

Modem HSDPA yang dibeli oleh para pelanggan serasa tidak ada gunanya karena kecepatan download tidak pernah mencapai 3,6 Mbps atau 300 KB per detik untuk pelanggan basic dan advanced. Kalau mau menikmati kecepatan download 3,6 Mbps harus mengeluarkan biaya lebih banyak lagi.

2009-10-17_221607

Status ping test yang tiba – tiba menjadi Request Timed Out tanpa sebab, padahal modem masih dalam status connected dengan ISP.

Namun meskipun sudah menggunakan paket Pro dengan kecepatan yang dijanjikan adalah 3,6 Mbps, apakah kecepatan tersebut akan bisa berjalan stabil? Tidak ada bukti yang menjanjikan kecepatan bisa stabil selamanya. Pembatasan kuota pun menjadi sebuah pagar yang menjegal sebuah jalur HSDPA. Kenapa setiap layanan internet di Indonesia menggunakan sistem kuota? Apakah pelanggan dilarang melakukan download file – file besar?

Tentu kita semua sering menjumpai kata – kata seperti “Up To 256 Kbps” atau “Up to 512 Kbps”. Kata “Up to” yang digunakan dalam setiap promosi dan iklan merupakan kata – kata yang digunakan oleh para ISP dari jeratan hukum. Dengan menggunakan “Up to” atau dalam Bahasa Indonesia yang artinya “Sampai dengan”, para ISP aman dari berbagai protes pelanggan jika koneksi mengalami penurunan kecepatan atau tidak stabil.

Misalnya, “Up to 256 Kbps” yang berarti pelanggan akan mendapatkan sebuah kecepatan download internet dari 0 Kbps sampai dengan 256 Kbps (30 KB/s). Jadi kalau kecepatan download turun hingga 1 Kbps atau 20 Kbps, pelanggan harus terpaksa menerimanya karena kecepatan tersebut termasuk dalam layanan. 0 Kbps pun juga termasuk dalam “Up to 256 Kbps”. Selama tidak ada kecepatan minimal dari setiap paket yang disediakan oleh ISP, pelanggan akan terancam merugi selamanya.

Dalam hal tarif, jalur internet jauh lebih murah dalam melakukan komunikasi. Cukup dengan membayar langganan internet, pengguna bisa melakukan pengiriman pesan melalui E-Mail yang dimana bisa menggantikan SMS dan MMS, chatting yang bisa menggantikan SMS atau telpon serta video call yang cukup berpeluang menjatuhkan layanan video call dari operator selular.

Apakah dikarenakan para operator menyadari bahwa layanan internet bisa mengurangi pendapatan mereka pada layanan SMS dan Telepon? Sehingga koneksi internet sering dikeluhkan oleh para pelanggan karena sering terputus dan tidak stabil bahkan yang lebih parah terjadinya pemotongan kuota seperti yang dilakukan oleh Telkomsel pada produk Flash-nya.

Selama penyedia jasa layanan internet adalah operator telepon sepertinya masa depan internet Indonesia menjadi tidak jelas. Kata – kata seperti “jaringan sibuk” dan “masalah teknis” sering menjadi alasan dari para customer service, belum tentu semua itu benar.

2009-09-26_231935

Sebuah kejadian yang menjadi langganan saya setiap hari, Mozilla Firefox melaporkan bahwa server tidak ditemukan. Padahal modem masih dalam status connected dengan ISP.

Awalnya promosi besar-besaran dengan kecepatan yang dijanjikan namun selang waktu 6 bulan hingga 1 tahun, serentak hampir semua pelanggan mengeluh akan lambatnya koneksi dan sering tidak stabil malah yang lebih parah tidak bisa melakukan koneksi.

MenKomInfo pernah mengutarakan bahwa tarif internet di Indonesia akan diturunkan, kapan kata – kata tersebut akan terbukti?

Bentuk kekecewaan pelanggan pun serasa dianggap seperti angin yang berlalu tanpa diberi sebuah solusi demi kepuasan pelanggan. Dari polling yang diadakan oleh salah satu member di forum CHIP Online hampir semua voters menyatakan kualitas layanan dari Telkomsel Flash adalah Sangat Buruk.

[Diskusi] Telkomsel Flash Unlimited

Berikut bentuk kekecewaan para pelanggan Telkomsel Flash,

telkomselflash?? haruskah berpindah ke lain hati kah??

Kecewa dengan Telkomsel Flash

Setelah berbagai macam protes dan kekecewaan dari para pelanggan, Telkomsel Flash akhirnya melepas kecepatan download 256 Kbps kepada para pelanggan namun pada prakteknya tidak semua pelanggan kebagian kecepatan ini. Dan lebih buruk lagi “kebaikan” Telkomsel ini hanya berlaku selama 1 bulan. Apakah yang sebenarnya direncanakan oleh Telkomsel?

Pelanggan Yth. Sbg wujud apresiasi kami terhadap pelanggan TELKOMSELFlash, selama 1 bulan (Tgl 1 s/d 31 Okt 09), Fair Use Paket TELKOMSELFlash Unlimited anda kembali ke kuota semula yaitu 2 GB. Setelah tgl tsb Fair Use Paket anda kembali ke kondisi existing.Terimakasih

Kenapa cuma 1 bulan? Kenapa tidak selamanya sekalian, sesuai dengan perjanjian awal pada saat pelanggan melakukan pendaftaran? Apakah kapasitas bandwidth Telkomsel Flash tidak mencukupi untuk melayani seluruh pelanggannya? Hanya dikarenakan 6% dari jumlah pelanggan Telkomsel Flash yang melakukan pemborosan bandwidth maka semua pelanggan harus menanggung akibatnya? Seharusnya Telkomsel Flash menambah kapasitas bandwidthnya bukannya malah mengurangi jatah pelanggan. Sungguh sangat pelit akan kecepatan internet.

Masa depan internet di Indonesia tidak akan pernah maju selama layanan dari para ISP menggunakan sistem kuota pembatasan kecepatan download, di luar negeri dapat kita lihat seperti di Negara Korea Selatan dan Prancis. Kecepatan download untuk layanan ISP pengguna rumahan sebesar 10 Mbps dengan biaya yang relatif murah yaitu berkisar $20.

Tinggal menunggu Indonesia dipermalukan di muka Internasional dengan kualitas layanan internet yang sangat buruk.

2 Responses

  1. Oke, ini dia brengseknya beberapa ISP di indonesia.
    Alhamdullillah gua menggunakan ISP dari Mobi (keluaran Mobile-8, CDMA EVDO Rev. A)
    Oke, gua mengalami yang namanya “Up To” serta ketidaknyamanan berupa koneksi.

    TelkomFlash sudah cukup untuk menjadi shock-teraphy buat ISP-ISP di Indonesia, bahwa pelanggan tidak bodoh.

    Sampai sekarang Mobi masih pada konsistensinya walaupun hampir 10 bulan saya gunakan.
    Semoga konsistensi itu dapat menjadi hal yang baik demi kemajuan perinternetan Indonesia.

    ini review saya LINK

  2. Emang tuh Telkomsel mah jelek internetnya.Makanya jngn dipakai.Indosat IM2 jg lemot banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: