Backup and Restore Using Macrium Reflect


Splash Screen Kita kembali mereview sebuah program backup. Setelah Nero BackItUp, Norton Save and Restore dan Norton Ghost, kini datang sebuah program yang mempunyai fungsi lebih dan ditambah lagi berlisensi GRATIS yaitu, Macrium Reflect.

Macrium Reflect dibuat oleh Christope Devine dari perusahaan Paramount Software UK. Macrium Reflect terdiri dari 2 lisensi; gratis dan berbayar. Tidak ada perbedaan dari kedua lisensi tersebut dengan softwarenya, hanya saja bagi pengguna komersial (perusahaan atau lembaga) harus membayar lisensinya sedangkan untuk pengguna pribadi tidak perlu.

Dari tampilannya, program ini sangat simpel dan mudah digunakan. Hanya perlu beberapa langkah dan dituntun dengan sebuah wizard untuk memulai proses backup. Prosesnya pun lebih cepat daripada Norton Ghost (35%) dan Nero BackItUp (80%). Macrium Reflect tidak memerlukan pemeriksaan CRC terhadap file sehingga proses bisa lebih cepat.

Seperti halnya Norton Ghost, Macrium Reflect dapat membuat sebuah drive virtual untuk file backup. Fitur ini dapat memberikan kemudahan bagi pengguna, jika di dalam data backup tersebut terdapat sebuah file yang ingin direstorasi tanpa harus merestorasi seluruh data/partisi.

Untuk restorasi pun Macrium Reflect sama seperti Norton Ghost dan Nero BackItUp, menggunakan Rescue CD. Klik menu [Other Task] dan pilih [Create Rescue CD]. Pilih opsi Linux (recovery CD berbasis Linux) lalu klik [Next], agar tidak ada masalah yang muncul disaat menggunakan Rescue CD centang opsi [Compability Mode] di menu [Advanced].

Dalam pengoperasiannya pun seperti 1, 2, 3 dan selesai. Gampang diingat dan proses yang dibutuhkan pun sangat singkat.

Dalam tutorial kali ini saya akan membackup partisi system dan menaruh backupnya di media HDD eksternal, sekaligus merestorasinya.

  1. Backup Tutorial – Quick and Simple.

1. Buka program Macrium Reflect, pilih partisi yang mau dibackup, klik kanan pilih “Create Image of [nama partisi]”.

2008-12-03_071126 2008-12-03_0712162

2. Pilih lokasi tempat file backup akan disimpan, pilih browse (dalam menu drop down) untuk menentukan lokasinya.

2009-02-13_1611252009-02-13_1604152009-02-13_160448

3. Sebenarnya dalam langkah ini pengguna dapat langsung menjalankan proses backup namun jika ingin mengubah beberapa setting silakan klik tombol “advanced”. Jika ingin langsung maka akan opsi untuk menjalankan langsung proses backup dan menyimpan konfigurasi backup. Klik OK untuk melaksanakan proses backup (jika opsi “Run this backup now” dicentang).

2008-12-03_0714192008-12-03_071558

[“Advanced”]

Tersedia beberapa opsi dan setting untuk ukuran file backup. Pada sub-menu “compression” pengguna dapat memilih tingkat kompresi yang diinginkan. Terdapat opsi metode backup pada Macrium yaitu, Intelligent sector copy dan Make an exact copy (clone) of the partition.

Intelligent sector copy:

metode ini hanya akan mengkopi (membackup) sektor disk (HDD) yang digunakan oleh sistem file. Pagefile Windows dan data dari mode hibernation tidak akan dibackup. Metode ini akan menghemat kapasitas dan lebih cepat.

Make an exact copy (clone of the partition(s):

mengkloning partisi termasuk sektor yang tidak dipakai yang dimana dapat berguna untuk penyelamatan data (recovery), semua isi di dalam partisi akan diduplikat hingga sama persis. File yang telah dihapus pun dapat diselamatkan dgn metode ini. Metode ini layaknya membuat cloning partisi ke dalam bentuk file.

Untuk sub-menu File Size, pengguna dapat membelah ukuran file backup menjadi beberapa bagian dengan pembatasan ukuran per file. Namun jika tidak ingin repot opsi “Automatic” dapat dipilih. Pada opsi automatic ukuran file akan menyesuaikan dengan format partisi (FAT32/NTFS), untuk FAT32 dibatasi 4 GB per file tunggal sedangkan NTFS lebih dari 16 GB.

2008-12-03_0714322008-12-03_0714452008-12-03_071507

4. Klik OK (langkah 3) maka proses backup akan berjalan dan pengguna hanya tinggal menunggu hingga selesai.

2008-12-03_071714 2008-12-03_071859 2008-12-03_073929

  1. Recovery Tutorial – Quick and Easy.

Untuk recovery sama mudahnya… Silakan disimak tutorialnya…

1. Untuk melakukan recovery, memerlukan media bootable. Macrium menyediakan opsi untuk membuat bootable rescue media. “Other Task” – “Create Rescue Media”, lalu pilih Linux based recovery CD dan pilih drive optic untuk “burn” ke dalam CD.

2008-12-07_073307_cr2008-12-07_0738252008-12-07_073856

[“Advanced”]

Pada menu advanced centang opsi “Compability Mode” agar CD bisa booting secara universal sehingga meminimalisir gagal booting melalui CD tersebut. Untuk opsi “Debug Mode” digunakan untuk melihat hasil diagonistic jika PC tidak bisa booting melalui “Compability Mode”.

2008-12-07_073922

2. Masukkan CD Macrium Rescue ke dalam CD-ROM/DVD-ROM PC, konfigurasikan urutan boot di BIOS untuk drive optic diposisikan di paling atas.

2009-02-13_2039352009-02-13_2040322009-02-13_204044

3. Macrium Recovery Wizard akan muncul setelah proses booting, klik Next. Pilih lokasi dimana file backup disimpan.

DSC01355DSC01356

4. Pilih file backup dari daftar yang muncul sebelah kanan, pastikan ID dari nama file backup benar dan informasi partisinya juga cocok (tabel bawah). Pilih partisi dari file backup yang dipilih lalu klik Next.

DSC01357DSC01358

5. Pilih partisi yang akan ditimpa (dalam hal ini yang ingin di-recovery) lalu klik Next, untuk tipe partisi pilih “Active”. Dikarenakan partisi yang direcovery adalah partisi sistem operasi, klik Next.

DSC01359DSC01360

6. Jika ingin file backup diperiksa kembali pilih opsi “Yes Please” tapi durasi restorasi akan tambah lama. Berikutnya pilih opsi yang tengah untuk dialog Master Boot Record (digunakan untuk booting).

DSC01361DSC01362

7. Jika ingin melakukan pemeriksaan system diawal boot setelah recovery centang opsi “Yes. Check the file system integrity at rebot”. Terakhir, klik tombol finish untuk memulai proses restorasi.

DSC01363DSC01364

8. Yang perlu dilakukan sekarang adalah menunggu proses restorasi hingga selesai.

DSC01365DSC01366

9. Klik cancel untuk restart sistem lalu klik OK.

DSC01367DSC01368

Easy, Simple and Quick

+++++++++++++++++++++++++++++++++++

BackUp Media Comparison

  1. CD/DVD

+: Harga murah, aman.

-: Repot untuk kegiatan backup rutin, hanya cocok untuk di kondisi tertentu.

  1. Partition

+: Tanpa biaya tambahan, cocok untuk backup regular.

-: Membutuhkan space partisi yang lumayan besar, mengurangi kapasitas pengguna.

  1. Eksternal HDD

+: Cocok untuk kegiatan backup rutin.

-: Biaya lumayan tinggi.

2009-02-13_221704IMG0029A2009-02-13_221732

16 Responses

  1. Gambarnya ilang bos ,,, tutornya jd kurng jelas utk awam

  2. Yup sudah benar… Tutorial restore sudah saya sertakan diatas…

  3. untuk yang restore pake hdd apakah caranya sama??saya sudah nyoba terus pas pilihan cd saya milih buat image iso terus ditaruh di hdd external..apakah cara ini sudah benar??mohon bimbingannya

  4. wew..wewewe….
    laptop mu jadi bahan pecobaan ni program…hauhauhau…
    sib coba backup dlu…..

  5. versi gratis dapat didownload di link berikut:

    Jika ada pertanyaan silakan hubungi saya…

  6. versi yg free bisa di download dimana ya boss???

  7. yg free bro

    udah dicoba’ pake’ LiLi tetep juga ga’ bisa

  8. versi yang digunakan yg Trial atau Free? Versi Free terakhir adalah 4.2 build 2525… Termasuk update utk bootable media… Nanti akan saya analisa…

  9. bro saya sudah download nih Macrium Reflect nya, trus bikin rescue CD nya tapi setelah boot dari tu rescue CD muncul error

    cs 89×0 : request_region (0x320, 0x10) failed
    cs 89×0 : no cs 8900 or cs 8920 detected. Be sure to disable PnP with setup

    apakah hal ini terjadi karena belum saya register, kalo’ ya apakah ada caranya menggunakan Macrium Reflect tanpa register

  10. Bisa… karena media bootable-nya Macrium Reflect berbasis Linux maka saya memanfaatkan progra LiLi (Linux Live USB Creator)… Semua berjalan lancar tanpa masalah… booting lebih cepat dan bisa langsung recovery dengan cepat.. Nanti akan saya buatkan tutorialnya…

  11. mas…kalo media bootable nya pake flash disk bisa ga???

  12. Intelligent Sector Copy hanya meng-copy seluruh file yang ada di dalam partisi tersebut… Jika kapasitas partisinya 50 GB dan yang terpakai adalah 30 GB maka nantinya file backupnya akan disimpan sebesar 30 GB, jika fitur kompresi dipilih yang maksimal file backup bisa dilebih kecil hasilnya hingga 55% atau sekitar 16 GB.

  13. Mas, mau nanya, opsi Intelligent sector copy, itu brati misalnya, drive C 50 GB, besar file windows dll yang kepake di drive itu 30 GB, jadi dia mencopy yang 30 GB itu?

    Terima kasih!

    NB : Tolong YM saya di aprove, hehe!

  14. Saya lebih memihak Macrium Reflect daripada Acronis.. Karena Macrium Reflect lisensinya gratis untuk penggunaan pribadi.. Buat apa pakai yg berbayar kalo yg gratis sudah mencukupi.. Macrium Reflect langkah backup dan recoverynya sangat mudah bahkan bisa dikonfigurasi utk One Click Backup..

    Untuk fitur – fitur lain saya sudah mempunyai freeware lain yang bisa menemani Macrium Reflect…

  15. mantepan mana ya pak ama acronis, udah valid sih make acronis hehehe

  16. Wohhh….Mantab dah macriumnya….. TOP BGT SKL dah…

    Tutorialnya juga gak kalah hebatnya sama programnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: